Cerita kisah nyata legenda tentang jaka tarub

Legenda tentang jaka tarub - Kisah tentang legenda jaka tarub untuk kalangan remaja di indonesia pasti bukan sesuatu yang dianggap asing, selain dari dongeng-dongeng yang ada kisah sepak terjang jaka tarub pun pernah diususng melalui flm layar lebar.
Jaka tarub, setelah usianya yang menginjak  tua beluiau mendapatkan sebuah gelar sebagai ki ageng tarub. Sosok jaka tarub merupakan sosok legenda yang dipercaya sebagai leluhur dikalangan raja-raja dari kesultanan mataram menurut dari seorang putrinya yang bernama retno nawangsih.
legenda tentang jaka tarub
legenda tentang jaka tarub

Kisah tentang asal-usul dari jaka tarub mulai muncul dari abad anah jawa, dari beberapa sumber sebuah naskah berisikan tentang kisah legenda kesultanan mataram, sedangkan nama asli dari jaka tarub sendiri beluam ada seseorang yang mengetahui secara pasti, apalagi nama yang dimilki kedua orang tua dari jaka tarub ini.
Baca juga : Sejarah hidup tentang legenda patih gajah mada
#Kisah tentang jaka tarub
Telah diceritrakan bahwa ada seorang pemuda, yaitu jaka kudus, konon menurut sebuah cerita yang beredar bahwa beliau meninggalkan rumahnya yang disebabakan dari sebuah pertengkaran dengan orang tuanya, yaitu ki ageng kudus, disaat dalam perjalanan si jaka kudus melakukan hal yang tidak senonoh terhadap putri ki ageng kembanglampir hingga putri ki ageng kembanglampir menjadi hamil kemudian meninggal dunia disaat ia melahirkan anak pertamanya.

legenda tentang jaka tarubSeorang bayi laki-laki yang ditinggal mati ibu kandunganya diketemukan oleh salah seorang pemburu yang bernama ki ageng selandaka, lalu beliau menggendong bayi tersebut sambil memburu hewan buruannya hingga akhirnya menuju kesebuah pedesaan, yang sampai saat ini nama desa tersebut dijadikan sebagai nama belakang dari jaka tarub, yaitu desa tarub.

Karena pada saat itu ki ageng sedang mengadakan perburuan terhadap hewan buruannya, maka ia tidak ingin merasa terganggu akhirnya ia meletakan bayi tersebut disebuah dijalan didesa tarub.

Berselang waktu yang tidak cukup lama, akhirnya bayi tersebut ditemukan oleh salah seorang perempuan yang bernama nyai tarub, akhirnya bayi itupun diangkatnya sebagai anak, maka semua penduduk setempat memanggil bayi itu dengan sebutan jaka tarub. Seiring berjalannya waktu akhirnya jaka tarub sudah menjadi laki-laki dewasa yang sangat suka berburu.

Kisah legenda jaka tarub tidak terlepas dari sebuah masalah, pada saat ibu angkatnya memberi peringatan bahwa jaka tarub tidak diperbolehkan berburu sampai kesebuah batas gunung kramat, jaka tarubpun tidak menggubris peringatan dari ibunya. Pada akhirnya jaka tarub menerobos sebuah perbatasan dari gunung kramat dan melihat sesosok 7 bidadari yang sedang mandi disebuah telaga yang berada di gunung kramat tersebut.

Dengan keusilannya yang dimiliki jaka tarub, kemudian jaka tarub mengambil sebuah selendang dari salah satu bidadari yang sedang mandi. Disaat para bidadari selesai mandi merekapun segera pergi kembali menuju khayangan, ada salah satu yang masih tertinggal disebuah telaga disebabkan ia tidak bisa terbang karena selendangnya sudah dicuri oleh jaka tarub akhirnya bidadari itupun tidak sanggup lagi untuk bisa terbang menuju khayangan., sebut saja nama dari bidadari itu dewi nawangwulan.

Lalu jaka tarub menghampiri bidadari dengan berpura-pura menawarkan jasa untuk menolong bak seorang pahlwan kesiangan, pada akhirnya bidadari itu menerima bantuan dari jaka tarub dan mau ikut pulang kerumaha jaka tarub, akhirnya keduanya pulang menuju rumah jaka tarub, singkat cerita merekapun menikah dan mempunyai seorang anak perempuan yang diberi nama retno nawangsih.

Hidup berumahtangga mereka lalui dengan keadaan sedikit kekurangan, nawangwulan selalu mempergunakan kesaktiannya untuk menghadapi kebutuhan hidupnya  dari sebutir beras ia jadikan sebakhul nasi. Terkait dengan kebandelan dari jaka tarub, nawangwulan beberapa kali telah mengingatkan jaka tarub untuk tidak membuka tutup disaat memasak nasi, maka akibat dari ulah jaka tarub kesaktian yang dimilki nawangwulan pun raib. Sejak kejadian itu nawangwulan melakukan memasak nasipun sama seperti yang dilakukan wanita pada umumnya.

Jaka tarub tidak bisa lepas dari sifat bandel dan jiwa usil yang ia miliki, akhirnya dengan memasak nasi dengan cara seperti wanita lainnya persediaan beras akhirnya cepat habis, disaat persediaan beras tinggal sedikit akhirnya nawangwulan menemukan selendangnya disebuah lumbung padi yang tidak jauh jaraknya dari rumah, akhrnya nawangwulan menjadi marah karena ia tau bahwa suaminya lah yang mengambil selendangnya. Permohonan jaka tarub agar istrinya tidak kembali menuju khayangan sama sekali tidak didengar, nawangwulang hanya akan kembali disaat-saat hendak menyusui anak bayinya yaitu retno nawangsih.

#Tentang putri dari jaka tarub "Retno Nawangsih"
  • Setelah sekian lama jaka tarub tidak bertemu dengan istrinya, seiring waktu berjalan kemudian jaka tarub diangkat sebagai salah satu sesepuh desa, dengan gelar "Ki Ageng tarub", ia sangat bersahabat dekat dengan seorang raja dari majapahit yaitu raja brawijaya. Hingga pada suatu saat raja brawijaya memberikan amanatnya untuk merawat sebuah benda pusaka yaitu keris "Kyai Mahesa Nular" terhadap jaka tarub.
  • Jaka tarub sudah mengetahui seseorang yang telah disutus untuk mengantarkan sebuah benda pusakanya yaitu kibuyut masahar dan seorang pemuda bernama bondan kejawan, bondan kejawan merupakan anak dari brawijaya. Jaka tarub yang mengetahui persis siapa sebetulnya bondan kejawan, yang konon katanya beliau anak kandung dari brawijaya yang tidak diakuinya. Dengan rasa kasihan maka jaka tarub meminta agar bondan kejawan bersedia untuk tinggal serumah didesa tarub. 
  • Waktu terus berjalan, hingga akhirnya putri dari jaka tarub sudah menjadi seorang wanita dewasa, saat itu bondan kejawan telah diangkat jaka tarub menjadi anaknya, dan nama asli dari bondan kejawanpun ia ganti menjadi lembu peteng, kemudian jaka tarub berniat untuk menikahkan putrinya dengan bondan kejawan alias lembu peteng.
  • Dengan termakannya usia, akhirnya jaka tarub meningal dunia. Bondan kejawan alias lembu peteng akhirnya menggantikan kedudukan mertuanya untuk menjadi ki ageng tarub baru, sampai akhirnya putri dari mendiang jaka tarub melahirkan seorang anak laki-laki yang diberi nama ki getas pandawa.
#Sil-silah dari jaka tarub
Tidak terlepas dari babad tanah jawi yaitu sejarah kesultanan mataram, bahwa cerita yang beredar dari sebuah penmbahan senopati dan juga penggantinya sangatlah erat keterkaitannya dengan sejarah nyata, namun sejarah-sejarah pra penambahan senopati identik dengan unsur khayalan semata, sama halnya dengan kerajaan majapahit.

Cerita yang sebenarnya bahwa kesultanan mataram telah dibangun olah salah seorang keluarga petani, sama sekali bukan dari golongan para bangsawan. Sebab itulah hanya demi mendaptkan sebuah pengesahan menurut pengakuan orang jawa, dibuatlah tokoh berbau mitos dengan sehala keistimewaan dari para leluhur raja mataram.

Terkait dengan kisah legenda jaka tarub, sejarah tentang putri dari jaka tarub (Nawangsih), yang menikah dengan bondan kejawan alias lembu peteng, ia merupakan wanita istimewa karena ia merupakan anak dari keturunan manusia dan bidadari khayangan. Sejarah seperti ini seolah-olah mengajak kita ke sebuah sejarah tentang ken arok di pararaton, dimana ken arok adalah merupakan jelmaan manusia dari setengah dewa.

Demikianlah ulasan mengenai kisah legenda tentang jaka tarub yang marak didengar dari dongeng di indonesia, mudah-mudahan artikel ini bisa menambah wawasan kita terhadap kisah-kisah sejarah di indonesia.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

2 komentar

Write komentar
September 30, 2016 delete

Ternyata begitu yang mas adi cerita lengkapnya, baru tau say...
Blognya makin mantap nih gan

Reply
avatar