Sejarah tentang keberadaan candi sewu di indonesia

candi sewu di indonesia
Candi sewu (seribu candi)
Sejarah candi sewu ini merupakan sebuah peninggalan warisan nenek moyang yang harus dijaga, dengan adanya situs-situs yang terdapat di indonesia ini bukti dari kekayaan budaya dijaman parsejarah indonesia.


Tentang keberadaan situs dari candi sewu inilah, yang sampai saat ini masih tetap dipelihara dengan baik. Prambanan yang tepatnya di dukuh bener disebuah desa yang bernama bugisan klaten. Ditempat itu ada salah satu peninggalan sejarah yaitu candi rorojonggrang, begitu juga terdapat sebuah candi yang kurang lebih berjarak 800 meteran dari candi roro jonggrang ini yaitu candi sewu, dimana candi tersebut candi merupakan candi kedua terbesar di pulau jawa setelah candi brorbudur, dan candi tersebut merupakan candi budha.
Baca juga : Sejarah dari guha surocolo yogyakarta
#Sejarah candi sewu
  • Di indonesia keberadan tentang candi sewu "budha" yang tidak terlalu jau jaraknya dengan candi prambanan "hindu", bisa kita lihat dengna jarak tersebut betapa selaras dan juga keharmonisan yang dijaga antar hindu dan budha. Candi ini didirikan sekitar 793 masehi, untuk tepatnya diabad ke:8 disaat kerajaan mataram kuno mendapat sebuah amanat dari raja panangkaran, sedangkan nama area candi tersebut "manjus righra" yang konon katanya sebagai rumah manjusri, beliau merupakan bodhistfa dalam agama budha.
Sejarah tentang candi sewu di indonesia
  • Keberadaan tentang candi ini merupakan candi yang pertama kali masuk dalam penelitian Hc Cornelius ditahun 1807, sedangkan dalam penelitian yang pertama kalinya datang dari Nj Krom ditahun 1923. Sempat terjadi pembongkaran secara besar, tepatnya tanggal 01 april 1983 sampai tahun 1993, dengan biaya yang dikeluarkan sekitar 3 milyar jumlahnya. Sedangkan area dari candi sewu terdapat beberapa candi sebanyak 249 jumlahnya, belum lagi dengan candi-candi kecil yang mencapai 240 candi "perwara".
  • Sejarah candi sewu yang terdapat di indonesia ini, dibuat oleh seorang yang gagah perkasa yaitu bandung bondowoso, demi memenuhi keinginan dari roro jonggrang, bandung bondowoso seorang yang datang dari kerajaan pengging sangat mengharapkan roro jonggrang menjadi istrinya. Namun pada kahirnya roro jonggrang menolak dikarenakan bandung bondowoso salah satu musuh bubuyutan yang telah membunuh ayah dari roro jonggrang yaitu Prabu Baka, sedangkan situs ratu baka terdapat di sebuah bukit prambanan.
  • Dewi roro jonggrang merupakan putri almahrum dari raja baka yang sudah dikalahkan oleh bandung bondowoso, maka roro jongrang mempunyai fikiran bahwa "tidak mungkin beliau menolak keinginan laki-laki yang saat itu menjadi penguasanya, dengan penolakan secara halus lalu roro jonggrang mengusulkan sebuah persyaratan terhadap bandung bondowoso agar mendirikan sebuah 1000 candi dengan waktu hanya satu malam saja. Sejarah diindonesia ini takan ada habisnya untuk diceritrakan terhadap anak-anak kita kelak dan juga sebagai generasi penerus bangsa yang mencintai kebudayaan tentang sejarah.
  • Alhasil akhirnya bandung bondowoso pun menerima apa yang menjadi tuntutan dari roro jonggrang, disaat malam telah tiba pada saat itulah bandung bondowoso memulai aksinya dengan memahat, meraphkan candi-candi, menata batu-batu, dengan memohon bantuan dari makhluk halus. Roro jonggrang sendiri ikut menyaksikan dengan cara memantaunya guna melihat jalannya pembuatan candi, dengan sedikit kegelisahan yang dialami roro jonggrang ini, melihat cepatnya proses pembuatan candi yang sama sekali diluar dugaan roro jonggrang.
  • Pada akhirnya roro jonggrang mempunya rencana bagaimana caranya untuk mengelabuhi waktu agar cepat datangnya pagi, akhirnya roro jonggrang mendatangkan semau warganya untuk menciptakan sebuah api dan juga bakar jerami dari sebelah timur candi yang sedang dibangun bandung bondowoso, tidak lupa juga dengan penabuhan sebuah lesung.
  • Sinar berwarna merah dari ujung timur serta suara tetabuhan lesung sehingga menciptakan bahwa malam telah berganti pagi. Kokokan ayam jantan pun mulai terdengar, hinga akhirnya dengan melihat suasana seperti itu, maka para makhluk halus yang membantu proses pembuatan sewu candi "seribu" pun tidak bersedia untuk membantunya lagi, karena makhluk halus tersebut hanya bisa membantu disaat malam saja.
Begitulah kira-kira sejarah dari candi sewu ini. akhirnya dari 1000 candi yang telah dijanjikan terhadap roro jonggrang hanya bisa berdiri hingga 999 candi saja, dikarenakan tuntutan roro jonggrang untk membangun seribu candi, akhirnya roro jonggrang pun tetap pada pendiriannya yaitu menolak untuk dijadikan istri dari bandung bondowoso.



Kekecewaan serta rasa marah yang teramat sangat dari bandung bondowoso ini, demia melampiaskan kemarahannya akhirnya ia mengutuk roro jonggrang untuk menjadikan candi yang ke seribunya, hingga saat ini patung dari roro jonggrang masih bediri di candi prambanan pintu pertama arah utara.

Demikianlah ulasan mengenai sejarah tentang candi sewu di indonesia, tepatnya prambanan, mudah-mudahan sedikit ulasan ini bisa bermanfaat untuk semua.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »