Cara memelihara hukum haram atau halal dalam islam

memelihara hukum haram atau halal dalam islam
Cara memelihara hukum - Ada cara-cara didalam islam mengenai perkara hukum-hukum yang harus kita ketahui, bahwasanya didalam memelihara hukum yang haram ataupun yang haram, maka dengan kita bisa memelihara kedua jenis perkara tersebut kita akan senantiasa merasakan Rahmat sekaligus kenimatan-kenimatan yang bukan melalui harta benda semata.


Sebagai muslim mukalaf, Baliq atau Berakal, supaya dia tidak terjerumus untu melakukan sesuatu hal yang tidak diketahui hukum-hukumnya, apa mungkin dihalalkan Allah atau bahkan diharamkan Allah, bahwasanya Allah Swt sudah memberikan ptunjuk mengenai beberapa perkara-perkara.

Maka dari itu sudah tentu menjadi kwajibah untuk kita semua untuk selalu memelihara setiap Tuntutan dan juga perintah mengenai hukum haram atau halal menurut perintahNya, Allah juga sudah memberikan kehalalan mengenai Jual Beli atau Mengharamkan soal Riba, sebagaimana dengan firman Allah yang artinya :
"bahwasanya Allah sudah menghalalkannya mengenai Jual-eli sekaligus Mengharamkannya mengenai Riba” (Qs Al-baqarah. 275)

Salah satunya pemilik Hukum-hukum Syara yaitu Allah semata, bahwasanya sudah mengikatnya, Mengqayidi mengenai Bay’i, masalah Jual Beli ini dengan menggunakan sebuah alat Ta’rif, beserta ada beberapa ikatan-ikatan, persyaratan atau juga Rukun-rukun yang wajib di pelihara.

Bahwa melalui ayat-ayat seperti diatas banyak sekali terkandung arti-arti mendalam, yaitu Allah sudah menghalalkan dengan mencari untung dan juga Laba melalui hukum Jual-Beli dan juga sudah mengharamkannya mengenai Riba, contohnya seperti : melalui bunga peminjaman atau lainnya. Maka dari itu untuk seseorang yang mempunyai maksud untuk Jual Beli harus mengetahui terlebih dahulu hukum-hukumnya.

Apabila tidak berusaha dan belajar mengetahui hukumnya, sudah tentu dia bisa makan dan mendapatkan barang-barang yang Riba, walaupun secara sengaja ataupun tidak disengaja, sebagaimana dengan sabda Nabi SAW, yang artinya :
"seorang pedagang yang baik, suatu saat aka disatukan nanti dihari kiamat dengan orang yang baik atau yang mati secara sahid” (riwayat turmudzi dan hakim)
“ siapa saja seseorang yang mencari dunia yang halal disertai tujuan menjaga diri daripada meminta-minta, mencukupi kebutuhannya beserta keluarganya, rasa kasih terhadap para tetangga, suatu saat nanti ia dapat bertemu Allah yang wajahnya bak Bulan purnama” (riwayat abu nua’im dan baihaqi)
“ ada beberapa jenis-jenis dosa, yaitu adalah dosa yang tidak bisa Dikifarati, Dihapus, terkecuali hal yeng menyebabkan kesusahan mendapatkan Ma’isyah, Penghidupan” (riwayat thabrani)
Dengan cara memahami bagaimana memelihara hukum yang haram atau halal yang memang sudah diajarkan dalan islam ini, bertujuan agar senantiasa mendapat harta-harta secara halal serta Mujahadah, Memerangi, Al-Hawa- melakukan semau hati, serta memaksakan semua nafsunya untuk selalu melakukan akad yang sudah ditentukanNya, seperti contoh : tidak adanya Unsur Penipuan, tidak adanya suatu paksaan, secara sukarela, dengan Ijab Kabul yang baik dan benar didalam menimbang, tidak menyertai Sistem Bunga dan lain sebagainya. Akan tetapi jika semuanya itu tidak bisa ditanamkan dalam diri, maka resiko yang akan didapatkan yaitu berupa Ancaman dari Allah SWT, oleh sebab-sebab sudah melanggar batasan Hukum Allah.


Kemudian, bahwasanya sisa-sisa setelah akad, yaitu : Ijarah (Sewaan atau Perburuan), adapun Qiradh (Bagi Keuntungan), Rahun (Penjaminan hutang dan gadai), Wakalah (Perwakikan), Wadi-ah (Titipan), dan masih banyak yang lainnya. Adapun mengenai jual beli harus senantiasa memelihara syarat-syarat atau rukun-rukun didalamnya.

Kiranya hanya sedikit ulasan yang dapat saya sampaikan, yaitu mengenai bagaimana cara memelihara hukum haram atau halal dalam islam ini, mudah-mudahan bermanfaat untuk semua.

Disamping itu akad nikah membutuhkan rasa waspada atau kepastiannya tentang hukum, tidak terkandung unsur-unsur keragu-raguan, oleh sebab dikhawatirkan mengenai keturunan, jika sampai Syarat-syarat ataupun rukun-rukunnya tidak dipebuhi, maka bias menyebabkan anak menjadi Syuhbat (meragukan perkara-perkara baik) atau lain sebagainya.

Demikianlah ulasan mengenai cara memelihara hukum haram atau halal dalam islam ini, mudah-mudahan sedikit artikel ini menjadi bermanfaat untuk semua. Amiin..

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »