Kesedihan Melanda Kampung Janda Di Thailand

Kampung Janda Di Thailand
Kampung Janda Di thailand - Penyebabnya yang diakibatkan dibunuhnya tentara thai yang kejam, maka tidak sedikit para wanita yang menjalani hidupnya sebagai seorang janda di thailand bagian selatan.



Informasi dari Ngo kmanusiaan di yala, bahwasanya ada terdapat sekitaran 6000 kesedihan perempuan yang menjada di yala, barathiwat dan pattani. Bahwa ada sebuah perkampungan yang bernama kampung kucing lepas di narathiwat. Maka untuk siapa saja yang perduli dengan janda di pattani, bisa memberikan bantuan secara langsung, dan bisa melalui NGO kemanusiaan setempat.

Wanita janda di selatan Thai jumlahnya sangatlah banyak, sehingga mencapai jumlah yang fantastis yaitu mencapai 6000 lebih. Untuk saat ini ada NGO yang khusus mengatasi para janda-janda dan juga anak-anak yatim, tutur nurhayate yang dimana ia adalah salah seorang yang bergerak sebagai aktivis kemanusiaan di yala.

Fungsi dari NGO ini, salah satunya yaitu dengan memperoleh suatu informasi tentang siapa saja yang tertembak mati saat ini "kami mempunyai beberapa relawan yang dipekerjakan untuk terjun langsung kekampung-kampung guna memberikan laporan". Pasalnya kami bukan berziarah terhadap keluarga yang suaminya mati karena ditembak, dan juga anak-anaknya yang dipenjarakan oleh para tentara, namun berdiskusi dengan masyarakat setempat.

Kampung janda di Thailand
Pada saat ini, pasalnya kami mempunyai beberapa jaringan diantaranya jaringan para wanita janda yang ditinggalkan suaminya mati, dan juga jaringan pondok pesantren. Kemudian kami menciptakan program-program untuk mereka, salah satunya memberikan dorongan semangat guna membangun rasa kepercayaan diri mereka, melatih hidup agar senantiasa mandiri, sekaligus memberikan pelatihan mengenai hak azasi manusia terhadap mereka.

Kesedihan Melanda Kampung Janda Di Thailand

NGO Kemanusiaan ini pasalnya tidak memberikan banyak bantuan mengenai masalah ekonomi terhadap para janda atau para anak-anak yatim, sebab masalah terbatasnya dana, namun sekurangnya tidak membuat mereka menjadi lemah dalamn menjalankan kehidupannya.

Pada saat dimintai keterangan, seberapa banyakah para tentara Thai melakukan pelanggaran-pelanggaran HAM? sudah tidak terhitung, NGO Kemanusiaan di yala, tidak dapat mengukur dengan hitungan jari pelanggaran HAM di thailand bagian selatan," yang pasti banyak sekali, maka peranan dari NGO ini membangun perdamaian, guna mendapatkan suatu keadilan dan juga keselamatan", menurut penuturan tee yang merupakan salah seroang Aktivis Kemanusiaan HAP.

Pengakuan tee, pasalnya bukan hanya sekali NGO Kemanusiaan di pattani, narathiwat atau yala yang mendapatkan satu ancaman dari para tentara thai ini. Ancaman-ancaman ini merupakan hal yang biasa. Aktivis NGO Kemanusiaan disini, apabila tidak diancam, ditangkap,maka hal yang paling sering dilakukan para tentara adalah dengan difoto saja wajah kami oleh para tentara. Dengan dofoto terlebih dahulu, maka akan memudahkan para tentara untuk menandai siapa saja yang sekiranya bermasalah, maka tentara thai tinggal menagkapnya.

Sekarang ini, khususnya ditahun 2006-2007, NGO Kemanusiaan di pattani dan juga yala sudah tumbuh dan berkembang. Sehingga NGO Kemanusiaan di bentuk langsung oleh kerajaan thai, NGO ini banyak sekali memberikan Advokasi terhadap para tentara thai. "kami seringkali mengadakan metting dan juga membuat program-program bersama", menurut tee, yang dimana beliau salah seorang janda yang suaminya mati syahid di tembak oleh tentara thai.

Pada saat kebebasan berbicara sudah terbuka, maka masyarakat pattani ini tidak lagi berbicara dengan cara berbisik, pada saat membicarakan sejarah tentang pattani. Lebih-lebih dengan adanya beberapa NGO Kemanusiaan di pattani dan juga di yala, masyarakat menjadi banyak tahu mengenai hak azasi mereka. Maka saat ini para tentara thai membagikan sebagian wilayah pattani, yala dan juga narathwani menjadi 3 bagian, yaitu green zona, yellow zona dan zona merah.

Adapun bagian-bagian zona merah yang ditandai sebagai salah satu zona yang paling melihatkan para pejuangnya. Maka tidak aneh apabila wilayah paling bahaya ini seringkali terjadi masalah penembakan. Jika melalui yellow zona adalah dimana wilayah tersebut telah ditandai sebagai area waspada. Begitu juga dengan green zona, dimana wilayah tersebut merupakan area paling aman.

Para tentara thai ini mengatakan terhadap para wartawan, bahwasanya ini merupakan area green zona, semestinya adalah zona merah. Choya dari NGO Kemanusiaan sama juga mengatakan, bahwasanya para tentara thai ini, sebenarnya takut akan gerilya dari para pejuang di pattani, sehingga menyebabkan adanya tentara dengan bintang 2 bahkan sampai 3, yang mati bunuh diri oleh sebab rasa ketakutan para pejuang pattani yang bergerilya.

Demikian sedikit ulasan mengenai kesedihan melanda kampung janda di thailand ini, mudah-mudahan bermanfaat.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »