Pemahaman tentang pembelajaran melaksanakan shalat khusyuk

Tentang Melaksanakan Shalat Khusyu
melaksanakan shalat khusyuk
Pembelajaran shalat khusyuk - Melaksanakan kewajiban shalat tentunya harus dibarengi dengan niat melaksanakannya, oleh sebab melakukan kewajiban shalat itu, merupakan tiangnya agama. Bahwa telah diterangkan oleh seorang imam Al-ghajali melalui buku kitab ihya ulumuddin mengatakan ada terdapat enam perkara guna menghadirkan kekhustukan didalam melaksanakan shalat, diantaranya :



Tentang Melaksanakan Shalat Khusyuk
  • Hudhur Al-qalbi : yakni mendatangkan hati kita pada saat melaksanakan Shalat, senantiasa merasa akan hadirnya Allah didalam diri kita dan juga merasa bahwa Allah selalu dekat dengan kita. Bahwasanya kalbunya selalu hidup bahkan selalu tertuju kepada Allah.
  • At-tafahhum : selalu berusaha paham dengan apa yang yang menjadikan perkara utama didalam melaksanakan Shalat, dan juga mengenai bacaan-bacaan Shalat yang sedang dijalankan. Senantiasa meresapi kandungan makna dari setiap gerakan-gerakan Shalat melalui penghayatan secara lahiriah dan batiniah.
  • At-Ta’dzim : bahwa kita selalu merasa dengan kebesaran-kebesaran Allah, dan juga kita selalu merasa diri sendiri sangat tidak berdaya, Lemah, Hina dan juga sangat kecil dimata-Nya
  • Haibah : yakni, memiliki rasa takut dari hati dengan segala KekuasaanNya atau juga Kebesaran-Nya pada saat kita melaksanakan Shalat dihadapan-Nya, selalu takut dengan Adzab atau juga takut akan murka-murka-Nya. Yang paling utama kita harus menakuti apabila kita tidak patuh akan perintahNya.
  • Ar-raja : senantiasa didalam melaksanakan Shalat, selalu tersimpan harapan-harapan yang sangat tinggi terhadap Allah Swt, semoga Shalat kita selalu diterima Allah, sekaligus bermunajat ( melakukan doa dengan sepenuh hati kita, serta berharap akan keridhaanNya) dan doa-doa kita agar supaya senantiasa dikabulkan-Nya.
  • Al-haya : mempunyai rasa malu kepada Allah, dari semua cacatnya ataupun kurang kesempurnaan didalam melaksanakan Shalat, malu akan dosa-dosa, kelemahan, kekurangan, dan juga kerdilnya diri sendiri yang selalu terulang-ulang.  
Baca juga : Tata cara yang baik pada saat membuang air kecil
Apabila kita semua mampu melaksanakan seperti apa yang tertera diatas (sungguh-sungguh dari hati), Insya Allah shalat kita semua akan selalu diberikan perkara hidayah yang masuk kedalam hati kita, bahwasanya kita melaksanakan shalat dengan kekhusyuan yang diberikan langsung oleh Allah Swt.


Melaksanakan shalat khusyu menurut para ulama

Adapun penuturan imam Al-qurthubi mengatakan : " khusyu merupakan kondisi dari jiwa yang dimana telah menciptakan ketenangan dan juga rasa rendah diri". Akan tetapi jika menurut penuturan dari Imam Zamakhsyari melalui kitab al-kasysyaf menyatakan : "Jika khusyu didalam melaksanakan Shalat, yaitu bahwasanya hati kita merasakan ketakutan, serta tatapan mata selau menunduk mengarah sujud"

Telah dikatakan juga oleh imam Al-jurjani mengenai kekhusyukan didalam melaksanakan shalat, yaitu : "Seseorang yang khusyu ialah orang yang memiliki sifat rendah diri terhadap Allah yang betul-betul datangnya dari hati sekaligus dari semua anggota tubuhnya"

Berbeda lagi menurut pandangan imam Al-kalbi, yaitu : "khusyu ialah dimana suatu kondisi hati selalu marasa takut, atau Muraqabah (senantiasa memperhatikan, atau juga merasa diperhatikan oleh Allah)."
Baca juga : Berapa Rakaatkah Melaksanakan Shalat Jumat
Istiqomah dalam rendah diri terhadap semua kebesaran-kebesaran-Nya, lalu mampu menciptakan semua bagian tubuh untuk selalu terbawa dalam ketenangan, fokus didalam menjalankan Shalat, tidak memalingkan kesuatu yang selain dari Shalatnya, serta tangisan dari hati pada saat memohon doa.

Disamping itu juga, kekhusyukan didalam melaksanakan Shalat, adalah sebuah cerminan bagi hamba-hamba-Nya meski dalam tidak keadaan Shalat. Khusyuk didalam Shalat adalah suatu bentuk dari tunduk hati kita didalam Dzikir atau sebuah kefokusan hati yang patuh dan hasilnyapun bisa didapatkan diluar melaksanakan Shalat, subhanallaoh. Oleh sebab itulah Allah memberikan sebuah jaminan kebahgiaan untuk siapa saja orang mukmin yang senantiasa khusyu didalam melaksanakan Shalatnya. (Qs Al-mu minun. 1-3)

Maka dari itulah, jika sampai meninggalkan kekhusyukan didalam Shalat, adalah merupakan suatu musibah untuk semua orang mukmin. Oleh sebab meninggalkan kekhusyukan bisa menyebabkan dampak yang tidak baik terhadap melaksanakan suatu agama, sebab khusyu merupakan puncaknya Mujahadah (bentuk kesungguhan seseorang).

Kiranya hanya sedikit ulasan yang saya sampaikan disini, yaitu mengenai mempelajari tentang cara melaksanakan shalat khusyuk ini, dan mudah-mudahan Allah akan senantiasa membimbing kita semua supaya dapat melaksanakan shalat dengan khusyuk, amiin.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »