Pemahaman tentang pembagian rezeki dan rahasia tawakal

Pemahaman tentang pembagian rezeki  – Bahwa sudah saya sampaikan juga ulasan tentang pembagian rijqi dan tuntutan nafsu. Artikel yang akan saya ulas disini ada hampir kemiripan dengan ulasan mengenai rijqi dan juga tuntutan nafsu.


Bahwa ulasan yang akan saya postingkan ini, masih berhubungan mengenai rijqi dan juga tentang rahasia tawakal, tawakal terhadap perlikau, keyakinan, dan juga tawakal tunduk terhadap semua yang sudah ditentukan Allah. Dan menurut penuturan imam al-ghazali, bahwasanya sifat bertawakal harus dipergunakan melalui 3 posisi, yaitu diantaranya :

Tempatkan 3 posisi tawakal


Pertama : bertawakal terhadap semua perintah Allah, apa yang dimaksudkan dengan perintah yaitu, bahwasanya kita wajib mempunyai suatu keyakinan yang sungguh-sungguh serta selalu mendyukuri dengan semua kputusan seperti apapun juga yang datang dari Allah Swt.

Bahwasanya hukum Allah tidak akan pernah bisa dirubah sedikitpun, sebagaimana yang sudah dituliskan didalam Al-quran atau juga hadits.

Kedua : tawakal terhadap semua pertolongan-pertolongan dari Allah. Kita semua seharusnya memang harus mensandarkan atau lebih percaya terhadap semua prtolongan-Nya. Maka jika kita selalu bersandar terhadap semua pertolongan-Nya, baik itu melalui Dakwah atau juga berjuang demi Agama Allah, Insya Allah Dia akan senantiasa memberikan pertolongan-Nya.



Ketiga : bertawakal yang ada hubungannya mengenai masalah rijqi yang diberi dari Allah, bahwa sejatinya kita wajib membangun keyakinan, oleh sebab Allah Swt senantiasa mencukupkan Nafkah sekaligus kebutuhan manusia setiap hari.

Ada sebuah sabda Rasululloh yang berbunyi :
“apabila kalian tawakal terhadap Allah secara sungguh-sungguh, Niscaya Ia akan senantiasa memberikan rijqi, seperti Ia memberikan rijqinya terhadap burung.
Pada saat burung pergi dari sarangnya sewaktu pagi, tentunya burung masih dalam kondisi perut yang lapar, namun setelah kepulangannya diwaktu sore, keadaan perut sudah terasa kenyang dan banyak terdapat makanan”. (Hr imam ahmad, At- tirmidzi, An-nasa-i, Ibnu majah, Ibnu hibban dan Al-hakim)
Imam Al-Ghazali telah mengatakan :
“bahwa rijqi terdapat 4 macam bentuknya, yaitu : rijqi yang dipunyai, rijqi untuk diberikan, sebuah rijqi yang dijamin, dan juga rijqi yang telah di janjikan dari Allah Swt.”
Sebuah rijqi yang di jamin langsung terhadap suatu makanan, atau juga dari semua apa yang sudah menjadi tuntutan tubuh atau juga jiwa. Jenis-jenis rijqi ini tidak ada hubungannya dari sumber yang lain yang ada didunia, bahwasanya jaminan mengenai rijqi seperti ini akan diberikan langsung melalui Allah Swt, dan tawakal lah selalu terhadap rijqi seperti inilah yang diwajibkan, sebagaimana yang sudah diterangkan melalui dalil-dalil Aqli atau juga Syar-i

Karena Allah Ta’ala sudah membebani manusia untuk selalu tunduk terhadap-Nya sekaligus taat terhadap-Nya dengan segala kemampuan dari dalam tubuh kita, Dia pastinya sudah menjaminkan apa yang selalu dibutuhkan guna dijadikannya sumber kekuatan terhadap tubuh manusia, supaya kita bisa melakukan apa yang sudah menjadi keputusan-Nya.

Suatu rijqi yang sudah dibagikan Allah, merupakan sesuatu yang telah dibagi-bagikan Allah sebagaimana yang telah tertuliskan di Lauwhun Mahfuzh (semua yang telah ditakdirkan Allah) secara keseluruhan. Ditiap-tiap rijqi yang diberikan, sudah pas dengan apa yang sudah ditentukan-Nya begitu juga waktunya yang sudah ditetapkan-Nya, tak kurang tak lebih, tidak maju ataupun dimundurkan, semuanya sudah sesuai dengan apa yang sudah dituliskan.

Nabi Muhammad Saw telah bersabda :
“Bahwasanya rijqi sudah dibagikan semua, tiada takwa dari semua orang yang mampu menambahkan, tiada juga kejahatan seseorang yang berbuat kejahatan bisa mengurangi.”
Apabila suatu rijqi yang memang dipunyai itu merupakan sebuah harta dunia kepunyaan seseorang yang dimana sudah sesuai dengan apa yang telah ditakdirkan-Nya semata-mata hanya miliknya orang itu, dengan begitu rijqi tersebut yang datangnya dari Allah semata.

Melalui firman-firman Allah : “pergunakanlah rijqimua dijalan Allah dari beberapa bagian rijqi yang sudah kami serahkan terhadapmu”. (Qs Al-baqarah.254)
Walaupun ada rijqi yang memang sudah dijanjikan merupakan apa yang sudah dijanjikan-Nya terhadap semua hamba-Nya yang tawakal dan juga Syarat Ketakwaan. Salah satu rijqi yang diridhai Allah, adalah sesuatu yang didapatkannya dengan kerja keras, bahwa Allah telah berfirman :
“siapa saja yang selalu ketakwaannya hanya untuk Allah semata, maka niscaya Allah akan senantiasa melipatgandakan bagian rijqinya, rijqi akan selalu datang dengan tanpa diduga-duga.” (Qs Ath-thalaq. 2 sampai 3)
Kiranya hanya sedikit ulasan mengenai pengertian tentang pembagian rezeki dan rahasia tawakal ini, maka diwajibkan bagi kita semua memelihara ketawakalan mengenai rijqi yang telah dijaminkan oleh-Nya, mudah-mudahan sedikit artikel ini bermanfaat untuk semua.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »