Pemahaman Tentang Rijqi dan Tuntutan Nafsu

Tentang Rijqi dan Tuntutan Nafsu
Pemahaman tentang rijqi - seringkali diartikan banyak manusia merupakan hal yang lumrah dan wajar. Perlu kita ketahui semua, bahwasanya rijqi yang selalu kita dapatkan itu tidak semuanya mendapatkan ridha Allah jika tidak dibarengi dengan rasa syukur.


Telah dikatakan oleh Imam Al-ghazali: “jika hanya untuk mengurusi masalah rijqi, sebetulnya kalian hanya cukup untuk tawakal dengan sungguh-sungguh, yaitu selalu berpasrah diri terhadap Tuhan yang maha Esa didalam mangatasi sumber-sumber rijqi sekaligus yang menjadi kebutuhan hidupmu, didalam kondisi seperti apapun.”

Setiap manusia yang berakal tentunya diwajibkan mencari rijqi, namun ada konteks yang seharusnya difahami oleh setiap muslim, bahwasanya disetiap mencari rijqi seharusnya yang diridhai Allah untuk mencapai keberkahan, sebab semata-mata rijqi melimpah ruah, namun tidak akan menjadi berkah jika Allah tidak meridhainya.

#Tentang tawakal
Imam Al-ghajali pun telah menerangkan, ada 2 macam kenapa sebagai manusia kita wajib tawakal terhadap Allah Swt, dan berikut dibawah ini 2 keterangan yang sahih melali Imam Al-ghajali :
Supaya kalian dapat konsentrasi didalam melaksanakan ibadah sekaligus berbuat baik, sebab seseorang yang tidak pernah tawakal (selalu berserah diri), sudah barang tentu Lahir atau batin akan menjadi lebih disibukan terhadap rijqi dan juga kebutuhan dunia yang lain ketimbang harus menjalankan ibadahnya karena Allah.
Setiap harinya, semua anggota badannya hany untuk bekerja guna mendapatkan nafkah, akan tetapi hati senantiasa diliputi dengan rasa cemas sebab yang tersirat dalam fikirannya hanya memikirkan tentang rijqi.
Bahwa sejatinya melakukan ibadah, dibutuhkan suatu konsentrasi penuh dari hati atau badan, maka untuk sementara rasa kekonsentrasiannya bisa didapatkan apabila seseorang yang tulus berserah diri terhadap-Nya.
Jika ketawakalan seseorang sampai hilang, tentunya sangat membahayakan keimanannya, dan bukannya Allah sudah mensertakannya rijqi terhadap semua makhluk-makhlukNya..? dan jagalah selalu ketawakalan terhadap-Nya yang dimana Ia Sang maha hidup kekal dan tidak akan pernah mati”. (Qs Al-furqan. 85) 
“Hanya kepada-Nya lah engkau selalu bertawakal, dan apabila engkau seseorang yang memiliki iman”, (Qs Al-maidah. 23), dan siapa saja yang tidak bisa mengartikan ayat seperti ini, bahwasanya ia seseorang yang selalu kurang dengan janji-janji Allah, maka sebagai jaminannya Allah akan selalu memberikan rasa cemas berkepanjangan, tidak akan pernah merasa kenyang dari pembagian rijqi-Nya”.
“Kemudian, Allah selalu memberikan rasa lupa ingatannya untuk selalu beribadah, akan melupakan tentang hukumanNya, dan tentunya sobat semua bisa melihat sendiri, bagaimana nantinya orang-orang seperti ini, cobaan apakah yang akan menimpanya oleh sebab melupakan perkara-perkara yang diperintahkan-Nya.”
Perkataan dari Rasululloh yang ia ucapkan terhadap Abdullah bin umar r.a “bayangkan bagaimana jadinya apabila engkau menetap bersama-sama dengan kaum yang sangat gemar menyimpan seluruh hartanya dalam kurun waktu 1 tahun, sebab rasa kurang percayanya atau tidak selalu menggantungkan dirinya terhadap Allah.?”
Baca juga : Pemahaman tentang pembagian rezeki dan rahasia tawakal
Kemudian hasan al-bashri mengatakan : “ bahwa Allah akan melaknat terhadap para kaum-Nya yang kurang mempercayai janji-janji Allah didalam masalah rijqi”.

Telah diriwayatkan yaitu akan ada seseorang sebagai tukang menggali kubur yang sudah taubat oleh sebab abu yaziid al-busthami, kemudian abu yaziid bertanya tentang keadaannya yang kemudian tukang gali kuburpun menjawabnya :
“aku sudah melakukan penggalian 1000 Liang Lahat, dan akupun tak pernah dilihatkan bahwasanya wajah-wajah yang mati dihadapkan kearah kiblat, terkecuali hanya ada 2 seorang laki-laki”.
Lalu abu yaziid berkata dengan penuh perasaan :
 “betul-betul sangat kasihan, bahwa wajah diantara mereka bisa dipalingkannya kearah Kiblat, oleh sebab ragu terhadap rijqi yang diberikan oleh-Nya”
Kiranya hanya sedikit ulasan mengenai yang saya sampaikan disini, yaitu tentang pemahaman tentang rijqi dan tuntutan nafsu ini, mudah-mudahan sobat semua tergolong umat yang selalu diberkahi, dan sedikit ulasan ini semoga bermanfaat untuk semua.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »