Pengertian tentang maksiat yang datang dari hati dan perut

Pengertian tentang maksiat  -  mengenai pengertian maksiat yang berlaku di Islam sangat indah jika dijalankan, dengan begitu kita bisa memiliki kontrol yang dalam terhadap semua tindakan semua anggota badan dan juga hati kita.
Adapula mengenai maksiat hati yaitu bisa diawali dengan sifat Ria yang berkedok Kebaikan. Contohnya seperti seseorang yang melakukan amal ibadah, namun dibalik semua itu hanya menginginkan pujian semata dari manusia.

Dengan melakukan amal ibadah seperti itu, maka semua yang dilakukannya menjadi Mudharat, tidak bermanfaat bahkan bisa mengahncurkan semua pahala-pahalanya, atau sama halnya dengan sebuah dosa Ujub taat terhadap Allah, bahwasanya semua usahanya tentang ibadahnya tersebut semata-mata hasil dari usahanya. Dalam melakukan amal ibadah tentunya harus melalui jiwa dan juga usaha melalui hidayah dari Allah semata.

Ragu tentang keberadaan Allah, kesempurnaan-Nya atau melalui Sifat-sifat yang wajib bagiNya, merasakan kenyamanan terhadap murkanya Allah SWT, sedangkan dosa-dosanya begitu banyak, begitu juga dengan amal ibadahnya yang kurang sempurna dan bebal atau malas, rasa putus asa terhadap rahmat Allah, sehingga meragukan bahwasanya Allah maha pengasih dan penyayang. Dan Dia sanggup memberikan ampunan semua dosa-dosa seseorang tan taubat, yaitu selain dari dosa yang Musyrik, terkecuali jika ada niatan untuk meninggalkannya.

Pengertian tentang maksiat
tentang maksiat

#Pengertian tentang maksiat yang datang dari hati dan perut
Melalaikan dan juga sombong kepada semua hamba Allah, yakni tidak menginginkan perkara-perkara yang Hak dan benar, melecehkan seseorang juga cara memandangnya, bahwasanya dia lebik Unggul dari semua Makhluk Allah, belum tentu demukian, bisa jadi pada hakikatnya dialah seseorang yang paling hina diantara hamba-hamba Allah, pada hakikatnya juga sebetulnya manusia paling bodoh itu, ialah seseorang yang sombng atau takabur, selain seseorang yang Musyrik, hiqdu (Dendam) yakni seseorang yang sembunyikan permusuhannya.

Maka dengan demikian, seseorang yang memiliki rasa Dendam itu sebetulnya melaksanakan tuntutan, bahwasanya dia tidak ingkar dari rasa dendamnya, yakni selalu mencari celah untuk membuat celaka seseorang.

Menghasut, bahwasanya seseorang yang sering melakukan hasutan dia seseorang yang tidak suka akan kenikmatan yang dimiliki terhadap orang-orang Muslim lalu isi batin yang terasa sangat ditekan, dan jika dia menyukainya atau dengan tidak bisa memenuhi semua tuntutan hasutnya, yaitu dengan usaha agar supaya dia bisa melenyapkan kenikmatan seseorang. Didalam sebuah Kitab Bahjatun-Naazhiriin ada sebuah kalimat yang mengatakan : bahwasanya seseorang yang menghasut akan menerima 5 siksaan, antara lain :
  1. Akan merasakan susah dalam waktu yang sangat lama
  2. Mendapatkan musibah tanpa adanya pahala
  3. Kecacatan yang hina
  4. Selalu dibenci Allah
  5. Segala pintu Taufiq Allah sudah tertutup untuknya
Selalu menggembor-gemborkan kebaikan sedeqahnya terhadap para peminta-minta, contohnya : selalu mengeluarkan perkataan bahwasanya semua saudara-saudaranya tidak pernah membantuku, padahal aku selalu memberi bantuan terhadap semua saudaraku, dan lain sebagainya. Bahwasanya orang itu tidak menyadari, bahwa orang yang suka menyebutkan semua kebaikannya tentang ibadah, maka akan hancurlah semua pahala-pahalanya, oleh sebab selalu bangga dengan melakukan perbuatan dosanya itu.

Selalu merasakan bahagia disaat melakukan maksiat, bahwasanya ia tidak tau semua pengertian dari melakukan maksiat, dan kemudian dia sangat merasa bahagia, baik maksiat yang dilakukan sendiri ataupun oleh seseorang selain dirinya, selalu ingkar terhadap janji-janjinya walaupun terhadap orang-orang yang Kafir sekalipun.

Adapun pengertian tentang merasakan bahagia dan tidak adanya rintangan sama sekali pada saat bermaksiat, bahwasanya perlu kita ketahui semua “ jangan pernah merasa bahagia terlebih dahulu, pada saat semua kemaksiatan selalu berjalan mulus, karena sudah barang tentu Allah sudah menggolongkan manusia itu sebagai Istidraz”, (seseorang yang selalu mendapatkan kemujuran disaat bermaksiat, akan tetapi dosanya kian berangsur)

- Tentang maksiat perut
Pengertian mengenai maksiat perut disini adalah, seseorang yang makan barang-barang Riba, riba merupakan perbuatan dosa yang sangat besar, adapun pengertian yang lainnya tentang maksiat perut adalah :
  • Pungli (pungutan-pungutan liar)
  • Menggasak (menggunakan atau makan barang seseorang secara terang-terangan dengan paksa dan tidak memiliki tujuan-tujuan yang tepat)
  • Mencuri 
  • Menerima barang-barang yang haram
Mengkonsumsi jenis minuman arak, perlu kita ketahui juga pengertian tentang hukuman dari seseorang yang selalu minum arak, yaitu empat puluh kali Dera (pukulan) dibadan untuk seseorang yang merdeka, lalu dua puluh kali untuk semua hamba.

Adapun hukuman bagi seorang Imam (Pemerintah) diperbolehkan dengan menggunakan hukum Ta’zir (sebuah hukuman yang bersifat mendidik). Memakan harta dari anak-anak yang sudah ditinggal bapak kandungnya, dan juga makan harta Wakaf dengan melalui menyalahi Persyaratan dari ketentuan seorang Wakif.

Demikian sedikit ulasan mengenai pengertian tentang maksiat hati dan perut ini, mudah-mudah kita semua bisa terhindar dari hal yang demikian, dan bisa bermanfaat untuk semua.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

2 komentar

Write komentar
May 05, 2016 delete

Hmm sungguh maksiat itu perbuatan yang dilarang dan kalau saja dilakukan akan sangat merugikan juga.
Betewe terima kasih ya sangat bermanfaat sekali.

Reply
avatar
May 05, 2016 delete

sama-sama, bahwasanya manusia harus saling mengingatkan

Reply
avatar