Pengertian tentang maksiat melalui mata

tentang maksiat mata
maksiat melalui mata 
Pengertian maksiat melalui mata  - Segala perbuatan tentang maksiat, tentunya akan diperhitungkan olehNya. Kita sebagai umat mempunyai aturan-aturan yang harus kita patuhi selama didunia, sebab semata-mata semua yang ada didunia merupakan sebuah cobaan semata, termasuk harta benda yang kita miliki, dan saya yakin, sobat semua bisa memanfaatkan apa semua yang kalian miliki, ilmu, uang dan lain sebagainya dipergunakan sebaik mungkin.


Adapun ulasan disini saya awali dengan dosa-dosa yang seringkali kita lakukan, baik disengaja ataupun tidak disengaja, bahwasanya kita sebagai manusia yang jauh dari kesempurnaan, tentunya sering melakukan dosa yang kita anggap remeh, yaitu tentang maksiat mata kita dan juga lisan kita.

Sebagai contoh dengan maksiat mata adalah kaum pria yang melihat wanita ajnaby, yang bukan Mahramnya dan juga bukan Istri tanpa adanya suatu penghalang. Begitu juga dengan kaum perempuan yang melihat priaselain suaminya, tanpa sedikit halangan, memperhatikan aurat, walaupun sama jenis peria dan juga perempuan, maka diharamkan untuk setiap kaum pria yang memperhatikan sesuatu melalui tubuh seorang wanita ajnaby selain dari istrinya sendiri, begitu juga sebaliknya.



Keterangan-keterangan
Adapun melalui keterangan-keterangan yang harus kita pelajari mengenai pengertian maksiat mata, antara lain :
  • Diharamkan memperhatikan Aurat, bahwasanya dengan selalu melihat aurat bisa menyebabkan Fitnah sekaligus membangkitkan Syahwat, maka oleh sebab itu Hukum Syara (berupa peraturan-peraturan yang sudah ditentukan Allah) akan ditutup pintu Syahwat, sebagaimana dengan Firman Allah, yang artinya :
"Katakanlah terhadap kaum pria mukmin, secepatnyalah agar senantiasa bisa memalingkan penglihatan dari seorang perempuan dan jagalah kemaluannya. Dengan demikian akan menjadi lebik baik atau juga lebih Suci dari Mereka, dan ucapkanlah terhadap para perempuan Mukmin, segeralah mereka dapat menahan penglihatan dari seorang pria, atau jagalah kemaluannya dan jangan sampai dari mereka memperlihatkan semua perhiasan itu, terkecuali yang sudah terbiasa terlihat darinya. Lalu cepatlah untuk menutupi dengan Kain Kerudung tepat didadanya dan jangan memperlihatkan perhiasan, terkecuali terhadap Suami, sampai kapanpun” (S an nur. 30-31)
  • Khusus untuk semua para suami boleh memperhatikan semua tubuh sang istri, terkecuali jika dengan melihat Farjinya (kemaluannya), apabila melihat Farji dengan disengaja dari istri sendiri maka Hukumnya Makruh, sebagaimana dari sabda Nabi, yaitu : dengan melihat farji istrinya bisa menyebabkan buta, walaupun dari anaknya sendiri yang akan segera lahir
  • Terkecuali jika dalam proses kesembuhan melalui pengobatan, naah untuk yang mengobatinya boleh Melihat Aurat pasiennya hanya sekedar melalui bagian yang ditanganinya 

Diharamkan untuk semua perempuan yang memperlihatkan sesuatu melalui anggota tubuh didepan seorang pria yang juga haram melihatnya, dan haram juga bagi seorang pria dan juga kamu perempuan memperlihatkan anggota tubuh antara pusat dan juga bagian Lutut didepan seseorang yang dapat memperhatikan auratnya, baik mau sama jenis pria dan juga pria, atau sebaliknya perempuan dan perempuan.

Diharamkan bagi perempuan yang memperlihatkan qubul (kemaluan bagian depan tempat dimana keluarnya air seni), atau juga pada bagian belakang, yaitu melalui duburnya, diperbolehkan asal didalam kamarnya yang dimana suatu kepentingan, misalkan mengobati luka, gerah, mengganti pakaian yang kotor, terkecuali bagi suaminya sendiri.

Boleh-boleh saja sekedar hanya lihat tubuh orang lain, selain dari anggota badannya yang berada diantara pusat atau juga bagian lututnya, dan jika semua itu tanpa adanya dorongan dari rasa nafsu syahwat, baik yang dilihatnya itu merupakan Mahram dan juga antara sama jenis atau juga dari anak yang masih kecil sekalipun yang masih belum sah untuk dicintainya.

Diperbolehkan melihat anggota badan orang lain, jika seseorang yang dilihatnya masih kalangan anak ingusan dan dibawah Tamyiz (lima tahun kebawah), namun masih ada juga yang tidak boleh, yaitu dengan melihat Kemaluannya dan juga farjinya apabila anak-anak tersebut seorang wanita, terkecuali ibu kandungnya sendiri.

Diharamkan bagi seseorang yang memperhatikan orang-orang muslim dengan cara melihatnya yang ketus (sinis), melihat kondisi rumah orang tanpa seizin pemiliknya dan juga barang-barang apapun yang memang rahasia dalam penyimpanannya.

Haram pula memperhatikan yang Mungkar, jika tidak segera untuk mengingkari atau juga sebab Udzur Syara (tidak sanggup untuk melenyapkan) dan juga bisa segera pergi dari tempat itu , tentunya sangat berarti sekali ingkar terhadap memperhatikan kemungkaran itu, segeralah menghindar.
Demikianlah sedikit ulasan dari saya, mudah-mudahan ulasan mengenai pengertian tentang maksiat mata ini bermanfaat untuk semua.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

2 komentar

Write komentar
May 06, 2016 delete

Hmm sepertinya kita harus menjaga mata kita dari perbuatan yang maksiat ya.

Reply
avatar
May 06, 2016 delete

tentu, paling tidak mengingkarinya

Reply
avatar