Pengertian Tentang Menjalankan Puasa Dibulan Ramadhan

 Menjalankan Puasa Dibulan Ramadhan
Puasa bulan Ramadhan
Tentang Puasa Dibulan Ramadhan - Saya mungkin masih terlalu pagi untuk membicarakan mengenani hal-hal menjalankan puasa dibulan ramadhan, tak terasa sebentar lagi kita akan menjalani puasa satu bulan penuh, dimana bulan tersebut merupakan bulan penuh ampunan bagi semua umat muslim.

Namun saya sangat yakin, bahwasanya, baik pengertian atau tata cara pada saat menjalankan puasa itu berlaku seumur hidup, maka saya beranikan diri untuk mengulasnya saat ini.

Wajib hukumnya menjalankan puasa dibulan ramadhan untuk semua umat muslim yang merdeka, dewasa, baliq atau berakal. Namun bagi seorang perempuan yang mendapati halangan Haid atau Nifas (Puerperium dimulai saat 1 jam seusai lahirnya Plasenta sampai dengan 6 minggu), maka tidak diwajibkan bahkan tidak sah menjalankan puasa, maka dengan demikian mereka harus mengqadanya nanti sehabis bulan ramadhan.

Adapun tata cara didalam membatalkan puasa yang diperbolehkan pada saat bulan ramadhan yaitu, apabila seseorang yang sedang diperjalanan dengan syarat yaitu perjalanan Qashar (sebuah perjalanan yang dilakukan untuk maksiat kebaikan), dan juga jarak perjalanan yang ditempuh antara 48 Mil atau mencapai 76,9 Km, baik sedang didalam menjalankan puasanya itu tidak lah terasa melelahkan akan tetapi diperbolehkan membatalkannya. Diperbolehkan juga membatalkan untuk seseorang yang sedang sakit, menyusui atau hamil, jika memang terasa sangat berat pada saat menjalankan puasanya, maka kewajiban pada saat membatalkan harus ditunaikannya nanti.

#Mengqadha puasa bulan ramadhan
Apakah wajib hukumnya mengqdha puasa ramadhan yang sudah terlewat, dan kapan semestinya harus melakukannya ?


Tentunya sangat wajib untuk melunasi hutang-hutang membayar puasa yang tidak terlaksana, secepatnyalah untuk melaksanakan qadha puasa ramadhan, dengan begitu akan lebih baik ketimbang harus menundanya, sebab kita tidak akan pernah tau apa yang akan terjadi besok terhadap diri kita, ataukah sakit dan mungkin juga mati. Dengan melaksanakan mengqdha utang puasa pada saat ramadhan, tentunya akan lebih afdol bahwasanya kita membuktikan semangat kita terhadap perkara-perkara kebikan, ada suatu hadits aisyah yang artinya :
“Dulu aku mempunyai tanggungan hutang berpuasa dibulan ramadhan, kemudian aku tidak bisa membayarnya terkecuali pada bulan sya’ban” (Hr Al-bukhari)
Tentunya melalui hadits ini, bahwasanya membuktikan, siapa saja yang mempunyai tunggakan hutang berpuasa ramadhan maka secepatnyalah untuk tidak menundanya hingga ramadhan yang ke2, memang harus demikian pengertiannya mengenai hutang puasa dibulan ramadhan. Seseorang yang mempunyai kewajiban Mengkadha Puasa Ramadhan tidak diperbolehkan untuk menunda-nunda hingga bulan ramadhan yang berikut, terkecuali pada saat Udzur (halangan), misalkan kondisi sedang sakit hingga tak memiliki kekuatan, dan juga wanita menyusui dimana tidak sanggup melaksanakan puasa, maka dengan begitu diperbolehkan mengqdhanya hingga bulan ramadhan yang ke2.

Kwajiban untuk setiap seseorang yang puasa, adalah niatnya pada setiap malam sekaligus juga dengan tentukan maksud dari puasanya, misalkan Ramadhan dan juga Nazar, Sunat dihari Arfah dan lain-lain. Bahwasanya niat-niat seperti itu harus dilaksanakannya disetiap hari kita menjalankan puasa, dan diwajibkan pula untuk menahan Nafsu (brsetubuh) dan secara sengaja keluar air maninya, dengan sengaja memuntahkan sesuatu dari mulut, dan bisa menjaga dari kemurtadan. Diwajibkan juga untuk tidak melakukan memasukan suatu benda terhadap bagian tubuh, terkecuali dengan menelan ludah yang betul-betul asli dari ludah sendiri, masih keadaan Suci dan juga dikeluarkan melalui tempatnya, (mulut).

Adapun hari yang tidak diperbolehkan dan tidak sah menjalankan puasa, yaitu jika melaksanakan puasa pada 2 hari raya sekaligus, yaitu Tasyriq (ketetapan Syari’at atau membentuk perundang-undangan peraturan hidupnya manusia ) dan pertengahan diakhir bulan sya’ban (antara bulan rajab dan bulan ramadan).

Dan barang siapa merusak dan membuat batal puasa dibulan ramadhan yang dimana disebabkan karena zima, maka akan dosa besar maka diwajibkan untuk mengqadha secepat mungkin setelah selesainya hari raya idul fitri, lalu membayarkan Kifarat uzhma (sanksi yang wajib dibayar yang disebabkan oleh suatu perbuatan-perbuatan dosa), dengan cara membebaskan Hamba Sahaya (budak) muslim dan berpuasa secara terus-menerus, jika memang sanggup, kemudian memang jika tidak sanggup maka harus memberikan makanan terhadap enam puluh orang-orang kurang mampu.

Demikianlah sedikit ulasan mengenai pengertian tentang menjalankan puasa dibulan ramadhan ini, mudah-mudahan bisa bermanfaat untuk semua.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

2 komentar

Write komentar
May 07, 2016 delete

bener-bener nggak kerasa... waktu berjalan begitu cepetnya..... dan sebentar lagi kita semua akan menjalankan ibadah puasa..... semoga kita bisa istiqomah menjalankannya... aminn

Reply
avatar