Tata cara melaksanakan zakat yang baik dan benar

Tata cara melaksanakan zakat
zakat
Tata cara melaksanakan zakat - Mungkin saya masih terlalu dini untuk membicarakan mengenai tata cara melaksanakan zakat, namun tidak dipungkiri bahawasanya umat muslim sebentar lagi akan bertemu dengan hari, dimana hari tersebut hari yang sangat dinantikan oleh setiap umat Muslim didunia yaitu Bulan Ramadhan. Setelah kita menjalankan dan memenangkan dari segala ujian melalui bulan Ramadhan tentunya kita menemukan hari yang sangat fitri, yaitu hari raya Idul Fitri.


Sebelum hari H kita memasuki hari Raya Idul Fitri pada umumnya kita sebagai umat muslim diwajibkan melaksanakan zakat, dimana zakat tersebut harus kita berikan terhadap anak-anak yatim, atau seseorang yang memang kurang mampu dan berhak mendapatkan zakat. 

Namun sebelum kita melaksanakn zakat tersebut, adapun kita semua sebagai umat muslim harus mengetahui terlebih dahulu tentang tata cara melaksanakan zakat yang baik dan benar, mari kita bersama-sama untuk memperlajarinya, agar supaya nantinya kita melaksanakan zakatnya agar senantiasa menjadi keberkahan dan juga diterima olehNya.

Melaksanakan zakat binatang

Binatang ternak seperti unta, sapi, Kambing atau biri-biri, serta jenis buah-buahan dari anggur kering, Kurma, sekaligus jenis tanaman yang seringkali menjadi sebagai makanan pokok dimasa kesuburan dan bukan pada saat kekeringan, adapun jenis perak, emas seperti bahan-bahan tambang emas atau perak, serta barang-barang penyimpanan pada saat dizaman dahulu Emas atau Perak , dan juga melalui harta dagang atau Fitrah harus Dizakati.

Melalui nisab sapi (beberapa banyak harta benda yang dimiliki dan sudah dikenakan zakat), awal mula hanya 35 ekor atau binatang-binatang ternak lainnya mencapai 40, maka sebelumnya mencapai Nisab dengan jumlah diatas ini belum wajib untuk di zakati, jika waktu Nisabnya sudah sampai, maka haru Haul atau genap satu tahun, kemudian diangonnya dipadang rumput.

Kemudian jika binatang yang diberikan makan melalui kandang, tidak berikut binatang-binatang yang selalu dipekerjakan, contohnya kerbau atau juga sapai, tidak diwajibkan untuk di zakati, mengeluarkan Zakat, disetiap lima ekor Unta harus keluar Zakatnya melalui satu kambing, maka disetiap empat puluh kambing, adapun zakat yang harus dikeluarkan melalui satu ekor Domba yang dimana bagian gigi depan sudahtanggal, umurnyapun harus satu tahun lebih dan juga dua tahun lebih. Untuk setiap tiga puluh ekor sapi, maka Zakatnya satu ekor sapi yang selalu membuntuti Induknya dan sudah memiliki umur satu tahun.

Jika binatang-binatang tersebut diatas sudah melewati itungan, lalu Zakatnya seperti ini : jika waktu Nisabnya sudah mencapai 2 kali lipat, kemudian Zakatnya 2 Ekor, akan tetapi jika belum mencapai 2 kali lipat, maka Nisab selanjutnya melalui Nisab yang belum seharusnya untuk di Zakati. Hukumnya wajib juga mengetahui apa yang diharuskan Allah, mengenai Zakat Binatang-binatang.

Melaksanakan zakat buah-buahan
Berzakat buah Kurma, Anggur Kering atau juga berupa tanaman yang mampu memberi kekuatan terhadap tubuh, awalnya bernisab yang harus di Zakati yaitu lima Wasaq yang sepadan dengan tiga ratus Sha (gram, liter, dsb..) atau juga sama ± 1860 Ltr Padi yang sama ±1125 Kg, berikut cara ini yang seringkali digunakan Nabi Saw.

Harus terlebih dahulu disatukan perhitungannya, penghasilan tanam-tanaman didalam satu tahun sebagian dan sebagiannya lagi, kemudian jangan dicampurkan dengan 1 jenis dengan jenis yang lain, contohnya :
Seumpama jika penghasilan dari menggarap sawah didalam satu tahun, bahwasanya sudah mencapai 2 kali penggarapan sudah dihitung Nisab, maka harus Zakat
Apabila mendapatkan perbedaan jenisnya, misalkan, Padi dan Kurma tidak diperbolehkan untuk dijadikan satu. Namun jika penghasilan melalui masing-masin jenis belum target Nisab (banyaknya harta yang wajib dizakatkan), lalu belum bisa untuk di Zakati.
Diwajibkan Zakat pada saat Buah-buahan terlihat subur, Zakat yang harus keluar Seper 10 melalui jumlah hasil buah, namun jika tidak diairi dengan mempergunakan biaya yang besar jumlahnya, contohnya , air untuk menyuburkan bisa dibeli atau juga mengunakan Kincir angina atau lain sebagainya. Maka setengahnya dari jumlah Seper 10, seper 20nya jika diairinya dengan menggunakan banyak biaya.

Maka zakat yang keluar melalui penghasilan yang mencapai nisabnya itu, merupakan sepersepuluh melalui itungan lebihnya, maka jika yang memang kurang nisabnya belum wajib untuk di Zakati, terkecuali memiliki tujuan yang baik, misalnya niat bersedeqah, Nisab Emas adalah dua puluh Mistqal atau yang sama dengan Sembilan puluh empat gram dengan Nisab Perak, yaitu mencapai dua ratus Dirham aau yang setara dengan enam ratus tujuh puluh dua gram, penyesuaian seperti ini sudah melalui pertimbangan instruksi menteri agama republic Indonesia, no. 16 Thn. 1968.

Melaksanakan zakat dagangan
Didalam zakat yang harus keluar melalui Zakat Emas atau Perak, adalah ¼ dari 1/10 atau 21/2%, maka lebihnya adalah Nisab. Adapun persyaratan Zakat yang harus keluar, harus yang sudah Haul, genap usianya 1 tahun, bukan sembarangan adanya sedemikian saja adanya. Anak tetapi jika Emas atau Perak yang didapat dari penghasilan melalui tambang dan temuan Harta dizaman dahulu, kemudian wajib mengelurakan Zakatnya ialah disaat sewaktu mendapatkan barang tersebut, maka Zakat yang harus keluaR yaitu mencapai seper 5 dari dua puluh persen banyaknya penghasilannya itu.

Melalui zakat perdagangan (Tijarah), maka Nisab yaitu dengan menghitung Nisab Emas atau Perak yang di belanjakan, bukan melalui hasilnya dari akhir tahunnya, misalkan : pada saat memulai berbelanja untuk kepentingan dagang diawal bulan januari 1991 dengan bermodalkan yang kekurangan dari Nisabnya, lalu disaat akan Tutup Buku diakhir desember 1991 tersebut, lalu itungannya sudah lebih mencapai Nisab, dengan begitu tidak wajib untuk Zakat.

Terkecuali diawal pada tahun 1992 memulai membelanjakan lagi melali modal yang besar dan melebihi Nisab, lalu diakhir tahun 1992 tersebut akan mulai tutup buku, lalu penhasilannya tetap sehingga adanya keuntungan, dengan demikian diwajibkan untuk Zakat. Jika sebelum menutup buku, tiba-tiba perusahaan mengalami musibah, terbakar atau katakanlah ada yang menipu, sehingga menyebabkan perhitungannya kurang mencapai Nisabnya, dengan kejadian seperti itu tidaklah diwajibkan untuk Zakat.

Bahwasanya zakat yang harus keluar mencapai satu seperempat dari seper 10 melalui harga barang, harta yang campur antara dari 2 orang ataupun lebih, misalkan : zakat dari sebuah perusahaan atau PT, maka Nisab atau diwajibkan Zakat yang harus keluar sebagaimana melalui perhitungan Harta Milik orang yang sudah terpenuhinya syarat-syarat seperti Syirkah (kerjasama antara dua orang atau lebih), contohnya : misalkan modal tersebut dijadikan satu, sebagaimana juga mengenai penjualan, pembukuannya, pembelanjaannya, maka pada saat ketemu diakhir Bulan Ramadhan ataupun diawal Bulan syawal, maka untuk setiap orang-orang Muslim, juga orang-orang yang harus diberikan nafkah, jika diantara mereka orang muslim.

Bahwa zakat diwajibkan untuk diberikannnya terhadap orang Fakir, Amilin (seseorang yang mengurusi zakat), seseorang yang selalu dihibur hatinya (orang baru masuk islam), Hamba Riqab (seseorang yang mengabdikan terhadap majikannya), seseorang yang mempunyai banyak utang disebabkan memberikan pertolongan terhadap orang lain dengan tujuan Kemaslahatan, misalkan : membangun sebuah Masjid, madrasah, Membangun Jalan perkampungan dsb.., seseorang yang perang Sabil (memperjuangkan Agama Allah dan juga ibnu sabil. Maka tidak pantas memberi Zakat terhadap keselain orang yang memiliki sifat salah satu seperti diatas.

Demikianlah sedikit ulasan mengenai tata cara melaksanakan zakat yang baik dan benar ini, lebih dan kurangnya saya mohon maaf yang sebesar-besarnya, baiklah sobat semuanya, mudah-mudahan sedikit ulasan ini bisa bermanfaat untuk semua.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »