Uniknya-Kampung Janda Setiap Wanita Berusia 17 Sudah 2 X Jadi Janda

Uniknya-Kampung Janda

Bogor, Kampung janda setiap wanita berusia 17 sudah 2 X jadi janda - Unik-nya kampung janda, kampung janda ini tidak ada bedanya seperti kampong-kampung lainnya, dari berbagai kegiatan, aktifitas sehari-hari, bekerja. Namun jika waktu siang tengah hari, kampung ini biasanya segala aktifitasnya banyak dilakukan oleh kalangan perempuan dan anak-anak.

Para ibu mengenakan pakaian daster, terlihat asyik menggosip diwarung-warung, dan didepan rumah nya masing-masing. Sedangkan para suaminya beserta anaknya jarang sekali menampakan batang hidungnya oleh karena bekerja disebuah galian pasir. Ada juga sebagian yang tidak mempunyai suami karena ditinggal mati, atau sudah berpisah.

Dikampung panyarang, desa ciburayut, kecamatan cigombong, kabupaten bogor, memang sudah sangat terkenal namanya sebagai kampung janda oleh masyarakat setempat dan sekitar, sebab banyak sekali wanita berusia 17 tahun ini, sudah menjadi janda 2 x.


Baca juga : Kesedihan Melanda Kampung Janda Di Thailand
Dari usianya sangat berpareatif, ada yang berusia 14 tahun sampai yang dengan lanjut usia 55-65 tahun. Disetiap lngkup RT, terdapat 65 KK, bahwasanya terdapat sekitaran 30 wanita yang sudah menjanda, menurut penuturan dari ketua RT setempat. Para wanita tersebut, menurut ketua RT setempat. Pasalnya menjadi janda diakibatkannya dari faktor beberapa hal, adapun yang ditinggal mati suaminya sebab tertimpa galian pasir ditempat bekerja, atau yang mati disebabkan penyakit.

Di kampung ini, ada sekitar 80% masyarakat setempat yang mencari penghasilan dengan menambang pasir. Beberapa tahun yang silam, pernah terjadinya musibah longsor ditempat galian pasir, sehingga banyak menewaskan orang. Semenjak  musibah itulah, para istri menjadi janda, serta longsor yang banyak menelan korbannya terjadi bukan hanya sekali atau dua kali saja.

Disamping selain faktor kawin muda, dikampung itu juga menjadikannya suatu penyebab banyaknya wanita menjanda, bahkan ada yang baru berusia 17 tahun sudah 2 X jadi janda, kemungkinan dari usia 13-15 tahun menikah kemudian jadi janda. Oleh sebab kurangnya pendidkan, maka para orang tua memutuskan untuk mengawinkan anak wanitanya walau masih dalam usia yang terbilang sangat muda.


Baca juga : Ada Hantu Janda - warga masyarakat Thailand menggantung kaos warna merah
Rata-rata wanita didaerah ini hanya keluaran dari bangku sekolah dasar. Dengan alasan untuk melanjutkan ke SMP sangatlah jauh, dan disini cuma ada skolah dasar saja, yang lebih uniknya lagi, cetus dari para orang tua berkata, "ya ketimbang anak saya banyak bengong dirumah lebih baik saya kawinkan saja" menurut keterangan para orang tua.

Hidup Penuh kemiskinan
Sebut saja A, seorang wanita janda mempunyai 6 orang anak dari kampung penyarang ini, yang dimana kampung ini sudah akrab dengan nama kampung janda hidup serba kekurangan. Tinggal disebuah rumah yang sudah tidak layak huni, dia tinggal bersama ke 3 anaknya yang kesemuanya sudah besar-besar dan satu anak wanita yang pertama sudah mempunyai keluarga sendiri yang dibawa oleh suaminya.
Uniknya-Kampung Janda
Sedangkan 2 anak laki-lakinya yang kesemuanya masih sangatlah kecil-kecil ini tinggal bersama seorang neneknya, pasalnya dia ditinggalkan suaminya meningal dunia pada saat usia anak-anaknya itu masih sangat kecil, sedangkan suaminya meninggal sudah 8 tahun yang silam.

Sebetulnya kesehatan dan fisik Bu A ini masih terbilang sehat, cuma saja dia enggan untuk berkomunikasi atau bersosialisasi dengan siapa saja begitu juga dengan anak-anaknya, tutur ade yang merupakan salah seorang anaknya yang ke dua dan telah bekerja sebagai penambang pasir atau tukang pecah batu digalian sekitar.

Dari sekian banyak anak, semuanya hanya bersekolah sampai lulusan sekolah dasar, sehingga hanya mampu bekerja yang seimbang dengan keahliannya yang sebagai lulusan SD. Dan untuk anak wanitanya masih duduk dibangku kelas tiga SMP, ucapnya lagi.

Sebenarnya secara fisik Bu A sangatlah sehat, cuma dia nggak mau berkomunikasi dan bersosialisasi dengan siapapun, termasuk anak-anaknya," jelas Ade. Kedua anak laki-lakinya, kini bekerja sebagai penambang pasir dan pemecah batu di galian sekitar. "Anak-anaknya yang besar sekolah cuma sampai SD, jadi kerja ke galian, kalau yang perempuan lagi sekolah kelas 3 SMP," katanya lagi,

Kaca depan rumahnya juga sudah rusak, dan kondisi dapurnya sangat kotor tidak terawat. Hanya ada satu ranjang, serta kasur lantai untuk alas tidur. Karena gangguan jiwa yang dialaminya, A tak bisa merapihkan rumah ketika ketiga anaknya sedang bekerja dan sekolah. Sehingga kondisi rumahnya sangat berantakan dan tampak kumuh. Apalagi, di depan rumanya terdapat kandang kambing milik tetangga, yang berdampingan dengan Mck yang sudah tidak layak.

Bu A mah nggak pernah keluar, paling ke warung sekali-kali, terus ke depan rumah sebentar ntar masuk lagi dan berdiam diri dalam kamar," menurut para  tetangga sebalahnya, anih. Jangankan mengurus rumah dan anak-anaknya, mengurus dirinya sendiri saja, A sudah tidak mampu.

Demikian sedikit ulasan tentang uniknya kampung janda setiap wanita berusia 17 sudah 2 X jadi janda ini, terimakasih.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »