Yuk.. Kita Cari Perbedaan Antara Madu dan Racun Dosa

Perbedaan madu dan racun dosa sudah tentu seringkali dilakukan oleh setiap manusia yang hidup dibumi Allah ini. Sebab bahwasanya suatu dosa kebanyakan masih disukai oleh semua umat sehingga belum merasakan bagaimana paitnya dosa.
Setiap manusia pernah melakukan kekhilafannya sampai racun dosa pun seringkali membelenggu dihati, manusia memang diciptakan sebagai makhluk paling sempurna dibanding yang lainnya, namun jika racun sudah dijadikannya sebagai teman, maka pahitnya racun bisa melebihi rasa pahit dari binatang sekalipun.

Perbedaan Antara Madu dan Racun Dosa

Kesempurnaan hanya milik Allah, akan tetapi jika manusia ingin mempelajari kesempurnaan hidup maka tidak ada salahnya kita semua untuk memahami perbedaan antara madu dan racun dosa. Untuk saat ini saya akan sedikit mengulas mengenai perbedaan antara madu dan racun yang ada didalam dikehidupan dibumi ini.

#Perbedaan Antara Madu dan Racun Dosa
Jika menurut penuturan Imam Al-ghajali didalam sebuah cerita Israiliyat ( sebuah riwayat yang dinisbahkan terhadap kaum yahudi), bahwa Allah telah berfirman :
"demi kemuliaan atau kebesaranKu, apabila semua para penghuni langit dan juga bumi meminta Syafaat untuknya, maka Aku tidak akan pernah mengabulokan taubatnya, sebab indahnya berbuat Dosa yang dilakukan masih meninggalkan bekas didalam hatinya"
Kemungkinan rasa naluriah dihatimu akan berkata, bahwa berbuat dosa itu kebanyakan masih disukai, lalu bagaimanakah dia bisa merasa pahitnya. Imam Al-ghajali memberikan persepsinya yang begitu bagus : 
"ada seseorang yang meminum madu yang dimana madu tersebut ada mengandung racun, namun untuk saat itu ia tidak merasakan sesuatu apapun, bahkan ia merasakan sangat nikmat. Lalu dikemudian hari, dengan tidak diduga-duga ia sakit cukup lama lantaran dari akibat dampak racun itu, sehingga menyebabkan kerontokan pada rambut dan semua anggota tubuh menjadi lumpuh".
Jika dalam kondisi yang demikian, kemungkinan apabila ia disuguhkan dengan jenis madu lagi, bahwasanya ia pasti akan menolaknya, walaupun sudah berkali-kali dijelaskan bahwa madu yang ini sudah tidak ada racunnya sama sekali.

Kemudian ia pasti akan memberikan alasan, bahwasanya itu sama-sama madu dan pastinya akan ada racunnya sama seperti madu yang aku minum. Jadi begitulah apabila diibaratkan dari seseorang yang sudah taubat dari dosanya. 
Ia sudah merasakan bagaimana rasa pahit dari dosa tersebut, lebih-lebih apabila ia sudah menyadari dari setiap melakukan dosa yang rasanya seperti madu, akan tetapi dampaknya ialah sebuah racun yang sangat mematikan. Dengan bertaubat, belumlah bisa dikategorikan sebagai rasa taubat dengan tulus apabila tidak adanya landasan keyakinan seperti diatas.

Seseorang yang meiliki rasa keyakinan seperti ini tentunya sangat langka dan jarang ditemui, maka tidak heran masih banyak manusia yang sudah melewati jalan yang salah, namun masih saja dilewatinya. Hal seperti inilah yang menyebabkan manusia selalu berpaling jauh dari Allah SWT.

Bahwasanya selalu menganggap remeh dosa, sekaligus kerasnya kepala sehingga secara terus-terusan dilakukannya. Apa yang saya ulas disini bukan madu atau racun dengan bentuk makanan dan minuman, saya yakin sobat semua dapat mengatikannya sendiri, apa sebetulnya perbedaan antara madu dan racun dosa.

Baiklah sobat semua, kiranya hanya sedikit ulasan yang sampaikan disini mengenai perbedaan antara madu dan racun dosa, mudah-mudahan bermanfaat untuk semua.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »