Mengungkap fakta sejarah legenda danau situ bagendit di tanah sunda

Legenda danau situ bagendit - "Situ" yang berarti sebuah arti kata "danau", sedangkan Bagendit adalah nama dari seorang perempuan yang konon katanya sangat terkenal dan memiliki harta benda yang begitu melimpah ruah.
Daerah jawa barat banyak sekali menyimpan sejarah-sejarah legenda yang secara turun-temurun menjadi sebuah ceritra rakyat paling populer dari masa ke masa. Bahkan ceritra sejarah itu sering kali mereka gambarkan melalui panggung drama yang dipentaskan oleh masyarakat demi terjaganya sejarah legenda sekaligus untuk memupuk pengetahuan mengenai sejarah-sejarah yang pernah ada bagi generasi muda nanti. Dan salah satu sejarah ceritra rakyat pada masa lampau yang paling melegenda dari selatan kota bandung, salah satunya garut yaitu tentang fakta sejarah situ bageundit (danau situ bageundit).

Danau situ bagendit ini merupakan salah satu danau paling banyak menyimpan misteri yang sampai saat ini masih terasa sangat tabu untuk dibahas. Dengan kemunculannya yang terbilang sangat misteri ini, akhirnya danau ini dinamakan sebagai "situ bageundit" menurut orang-orang warga pribumi setempat mengatakan. Situ yang artinya 'danau' dan bageundit adalah salah seorang wanita yang memiliki kekayaan begitu banyak sekaligus oleh sebab ulah wanita inilah bisa muncul sebuah danau, yaitu "Situ Bageundit".

sejarah tentang situ bagendit di tanah sunda
sejarah tentang legenda situ bagendit di tanah sunda

Ceritra ini bersumber dari kota garut tempo dulu, yang diawali dari seorang kakek tua yang meminta pertolongan terhadap seorang wanita janda paling kaya didesa itu, tiada lain yaitu seorang wanita yang bernama Nyi Endit. Memang jika menurut beberapa versi, ada yang menyebutkan bahwa kemunculan danau situ bageundit ini diawali dari pertikaian atau perselisihan antara nenek tua dan Nyi begeundit, dan ada juga versi yang menceritrakan adanya seorang kakek tua berselisih dengan Nyi bageundit.

#Nyi Bageundit janda kaya kikir
  • Sebelum saya akan mengungkap fakta lengkap cerita ini, terlebih dahulu saya akan mengulas tentang seorang janda kaya yang bernama Nyi Bageundit, yaitu salah seorang wanita yang sudah ditinggalkan mati suaminya dengan diwarisi kekayaan Almarhum yang sangat melimpah. Namun semenjak ditinggal mati suaminya, akhirnya Nyi bageundit menjadi berubah. Mungkin sudah tidak ada lagi seseorang yang mengaturnya sehingga ia banyak memanfaatkan harta peninggalan suaminya dengan berfoya-foya.
  • Sebelum kepergian mediang suaminya, almarhum sempat berpesan terhadapnya, untuk selalu berbuat kebaikan terhadap sesama, terlebih lagi dengan harta benda milik mendiang suaminya yang keseluruhannya diberikan kepada istrinya (Nyi bageundit), untuk selalu membantu sesama sebab suaminya bisa memperoleh kekayaannya itu hasil dari keringat dan jerih payah. Maka dari itulah almarhum selalu berpesan terhadap istrinya pada saat-saat ajal menjemputnya. Akan tetapi kenyataannya tidak sesuai dengan apa yang telah di amanahkan mendiang suaminya terhadap Nyi Bageundit.
  • Pada saat itu, prilaku dari seorang janda kaya raya ini selalu mendapatkan pujian dari para tetangga dekatnya. Nyi bageundit sangat menyukai seseorang yang memujinya. Maka siapa saja yang memujinya selalu mendapatkan imbalan berupa uang untuk sekedar membeli beras. Sebab pada saat itu, ekonomi didesa itu sangatlah sulit, dengan rasa berat hati banyak orang yang memberikan pujian terhadan wanita janda kaya untuk sekedar mendapat imbalan, meski apa yang mereka lakukan sangat berlawanan dengan hati mereka masing-masing.
#Cerita rakyat "Situ Bageundit" Garut jawa barat yang melegenda.
Meski sejarah ini sudah lebih dari 100 tahun lebih lamanya, akan tetapi ceritra ini masih melekat erat oleh semua kalangan masyarakat orang-orang sunda.

Baiklah saya akan lanjutkan, mengenai fakta sejarah dari danau situ bageundit. Nyi Bageundit merupakan salah seorang yang memiliki tabiat kurang baik, sehingga dia hanya menyukai orang apabila orang itu memuji dan meng elu-elukannya dihadapan orang banyak, kemduian akhirnya nyi bageundit mengadakan sebuah pesta besar-besaran demi menonjolkan semua harta bendanya dihadapan orang banyak. 

Emas, rempah-rempah, hasil ladang, padi, belum lagi dengan benda yang pada saat itu tidak dimiliki warga, nyi bageundit sudah memilikinya. Dari semua kekayaanya itu belum lagi dengan uang yang dimilikinya. Setiap orang akan mendapatkan sedikit imbalan berupa uang, padi, hasil ladangnya jika orang tersebut memujinya dihadapan orang. Itulah yang menjadikan nyi bageundit menjadi lupa akan pesan dari almarhum suaminya.

Maka pada saat pesta berlangsung, ada seorang kakek tua bertongkat dengan mengenakan baju lusuh sedikit compang-camping menghampirinya, dengan jalannya yang sedikit kecapaian mendekat kerumah nyi bageundit itu, hanya untuk sekedar meminta segelas air dan berkata :
  • Kakek tua : Permisi, tolong..apa saya boleh minta segelas air
  • Nyi bageundit : Tidak ada air kek!!, cari saja ketempat lain (sebetulnya warga kurang menyukai siap nyi bageundit itu)
  • Kakek tua : owh begitu ya?, ya sudah enggak apa-apa kalau memang tidak ada
  • Nyi bageundit : iya..!ya sudah kakek pergi aja, saya sedang ada pesta
  • Kakek tua : dengan perasaan sedih si kakek pergi dan berkata " baiklah saya akan pergi, jika memang tidak ada air untuk saya, jadi sayalah yang akan memberi air untuk kamu.
Tanpa sepengetahun nyi bageundit dan warga yang menghadiri pesta, secara diam-diam kakek tua itu menancapkan tongkatnya tepat didepan pagar halaman luar rumah nyi bageundit. Setelah pesta usai semua orang terkejut dan aneh dengan adanya sebuah tongkat yang menancap diluar halaman rumah itu.

Akhirnya nyi bageundit memerintahkan seseorang untuk mencabutnya, tanpa diduganya orang itu tidak kuat untuk mencabut tongkat tersebut, kemudian nyi bageundit megumpulkan beberapa orang untuk mencabutnya. Meski dari sekian banyak orang yang secara bersama-sama untuk mengeluarkan tongkat dari tanah, tetap saja tongkat itu tidak bisa dicabutnya.

Tidak berselang lama kemudian, akhirnya datanglah seorang kakek tua dan menghampiri kerumunan warga yang berusaha untuk mencabut tongkat, dan sikakek tua seraya berkata :
  • Kakek : ada apa ini ramai-ramai
  • Warga : ini kek?, kami sedang berusaha mencabut tongkat ini
  • Kakek : owh, ini tongkat saya yang tertinggal kemarin sewaktu saya minta air minum kesini
  • Warga : betul kek? ini punya kakek, kenapa kakek meninggalkannya disini
  • kakek : justru kedatangan saya kemari untuk mengambilnya lagi
  • Warga : apa kakek kuat?
  • Kakek : baiklah, saya akan mencoba mencabutnya
Tanpa banyak kata, sikakek akhirnya dengan mudah mencabut tongkat tersebut, dan tidak lama kemudian keluarlah air dari bekas lubang tongkat sangat deras. Hingga lama-kelamaan air keluar sangat deras sehingga warga berlarian menyelamatkan diri masing-masing. Hanya nyi baguendit saja orang yang tidak menyelamatkan diri dari derasnya luapan air yang keluar karena berat meninggalkan harta bendanya.

Maka dengan derasnya air yang keluar dari bekas lubang tongkat tersebut akhirnya menenggelamkan nyi bageundit beserta semua harta bendanya. Selain musibah, ini merupakan bentuk peringatan, pasalnya orang akan mendapatkan imbalan setimpal jika tidak bisa memegang amanah.

Seiring jaman dan mengalirnya sebuah cerita, maka danau ini dinamakan sebagai "Situ Bageundit", sampai saat ini danau ini masih banyak dikunjungi wisatwan lokal atau wisatawan dari luar daerah, mengungkap sejarah legenda di indonesia ini tidak akan pernah ada habisnya.

Mudah-mudahan ulasan tentang fakta sejarah situ bageundit di tanah sunda ini bisa menambah wawasan mengenai legenda di indonesia.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »