Mengungkap fakta sejarah senjata bambu runcing sebagai simbol kemerdekaan

Fakta Sejarah Tentang Bambu Runcing
Bambu Runcing Sebagai Simbol Kemerdekaan
Senjata bambu runcing - Indonesia bisa merdeka dan terlepas dari beban penderitaan sekutu, tentunya dibutuhkan perjuangan panjang dan tidak terlepasnya dari senjata tradisional yang merupakan salah satu ikon kemerdekaan republik indonesia.


Tepat pada tanggal 10 November, yaitu dimana pada hari itu hari yang mengingatkan warga negara indonesia terlibat dalam peperangan guna merebut kemerdekaan NKRI, dan salah satu ikon yang tidak pernah lepas dari tangan-tangan pejuang indonesia yaitu bambu runcing. Pasalnya bambu runcing ini merupakan alat senjata perang tradisional guna mengatasi pasukan jepang yang masuk ke indonesia saat itu.

Salah satu fakta nyata tentang sejarah bambu runcing ini, yaitu pada tanggal 17 Agustus, dimana seluruh warga negara republik indonesia memperingati hari kemerdekaan dengan cara mengadakan permainan-permainan, pertunjukan, ataupun karnaval yang kebanyakan pesertanya menggunakan pakaian pejuang 45 serta tidak lepas dari senjata bambu runcing. Bahwa ikon kemerdekaan bambu runcing ini tidak akan pernah musnah ditelan jaman sekalipun.

Fakta sejarah bambu runcing.
Ditahun 1942 yang silam, pasukan belanda memanfaatkan ribuan pohon bambu kemudian dipotong-potong menjadi 1.1/5 meter panjangnya lalu ujungnya diruncingkan. Semua dilakukan untuk menghalau pasukan terjun payung sekutu jepang, dan kebetulan pasukan penerjun payung pasukan jepang tidak terjun ditempat itu dan terjun dikawasan eretan langsung menuju kekota subang.


Pada saat itu pasukan belanda merasa terjebak dan akhirnya menyerah dari pasukan jepang lalu kemudian bambu runcing tersebut dimanfaatkan pasukan jepang yang dipergunakan untuk latihan barisan oleh para pemuda hizbullah, gakutotai, keibodan dan lain-lain.

Dengan demikian bukan bearti pasukan belanda yang pertama kali mengenal bambu runcing dan kemudian diklaim pasukan jepang, lalu indonesia?, bukan begitu fakta sebenarnya yang terjadi, dan untuk mengetahui secara pasti nanti akan saya ungkap kelengkapan mengenai sejarah bambu runcing beserta fakta mengenai bambu runcing ini.

Bambu runcing parakan.
Fakta Sejarah Tentang Bambu Runcing
Ilustrasi : sejarah bambu runcing parakan

Tepatnya dari parakan kota temanggung jawa tengah, ada seorang kiyai subchi yaitu salah seorang pemuka agama yang paling dihormati oleh banyak orang. Kiyai subchi ini selalu berjalan mengelilingi sebuah perkampungan demi mengajarkan ilmu agamanya terhadap semua warga masyarakat sekaligus menjadi pembicara mengenai pertanian.

Tidak jarang warga masyarakat meminta saran terhadapnya. Kemudian pada tahun 1941 kiyai ini mempersatukan para santri-santri dan para pemuda desa setempat guna mempersiapkan perang melawan penjajah. Melalui perkumpulan itu maka dibentuklah pasukan hizbullah dan sabibilah dibawah kepemimpinan kiyai subchi.

Dari semua pasukan santri dan para pemuda, pada saat itu sangat minim sekali soal persenjataan untuk berperang, pada saat itu senjata perang yang dimiliki oleh semua anak didikan dari kiyai subchi ini antara lain ; tombak, keris, klewang, pedang, golok. Meski begitu senjata-senjata seperti ini hanya beberapa orang saja yang memilikinya.

Maka kiyai subchi berinisiatif dan menyarankan kepada semua warga untuk membuat senjata Cucukan, yaitu ‘sebuah bambu yang bagian ujungnya diruncingkan’, selain mudah digunakan dan juga bisa dicari dengan mudah disekeliling kampong. Kiyai subchi menegaskan kembali, pasalnya senjata seperti ini cucukan ini, mampu memberikan dampak luka yang lebih mematikan jika dibanding dengan senjata musuh yang masih bisa disembuhkan.

Akhirnya keputusan Kiyai Subchi ini diterima oleh semua masyarakat, walau demikian anda yang masih menjadi ganjalan dari seorang kiyai subchi, yaitu bagaimana agar lebih meyakinkan lagi walau hanya bersenjatakan bambu runcing ini semua para santri dan juga semua masyarakat mampu menghadapi musuh yang telah menggunakan senjata canggih agar bisa merebut kemerdekaan Indonesia. Namun kiyai subchi terus berjuang membangun setrategi untuk selalu bisa meraih kemenangan melawan penjajah.

Adapun fakta yang lain dari sejarah bambu runcing yang pada saat itu dipergunakan pejuang-pejuang indonesia disaat bertempur melawan penjajah, anta lain :

Bambu runcing adalah senjata paling ditakuti tentara belanda.
Bambu runcing ini bisa dibilang sebagai senjata enteng, menurut para pasukan belanda. Berbeda dengan senjata api yang telah lebih dulu dimiliki pasukan belanda, namun dengan keberadaan bambu runcing ini, pasukan belanda memiliki keraguan dan rasa takut tersendiri apabila berhadapan langsung dengan para pejuang indonesia yang selalu meneriakan 'merdeka..merdeka!!, sambil mengangkat tinggi-tinggi bambu runcing.

Yang semata-mata ditakuti para tentara belanda, apabila pasukan belanda terkena tusukan bambu itu, bahwasanya orang tersebut tidak akan langsung mati dengan waktu berhari dan kemungkinan sampai berbulan-bulan lamanya. Maka dengan kondisi seperti itu, pasukan belanda yang terkena luka akibat bambu runcing akan sangat merasa tersiksa, beda dengan senjata api miliknya, jika orang terkena tembakan akan langsung mati. Sebab bambu runcing akan menimbulkan luka infeksi dengan batas kesembuhannya tidak bisa diperkirakan oleh semua pasukan belanda.

Kelebihan bambu runcing dibandingkan dengan senjata-senjata modern.
Bambu runcing ini hanya terbuat dari potongan sebatang pohon bambu, yang ujungnya diruncingkan sesederhana mungkin. Namun bukan berarti senjata ini tidak memiliki kelebihan yang lain ketimbang senjata api lainnya yang masih bisa diditeksi melalui alat detector. Dengan kelebihan inilah yang membawa pejuang-pejuang indonesia mampu menerobos pertahanan pasukan penjajah yang sudah dilengkapi senjata-senjata modern. 

Sedangkan kekurangan yang dimiliki senjata pasukan penjajah, dimana senjata api ditembakan akan mengeluarkan suara, dari suara tembakan itulah para pejuang bisa bersembunyi terlebih dahulu. Berbeda dengan bambu runcing jika ditusukan terhadap penjaga pertahanan benteng musuh, tidak akan menimbulkan tanda-tanda curiga terhadap semua pasukan penjajah. 

Bambu runcing 17 Agustus.
Setiap satu tahun sekali, tepatnya tanggal 17 agustus, indonesia selalu memperingati hari kemerdekaan dengan perayaan-perayaan dari setiap rt dari desa yang berbeda-beda. Walau keadaan indonesia saat ini sudah terbilang termakan moderenisasi, namun simbol kemerdekaan indonesia bambu runcing akan selalu menjadi nomor satu pada hari kemerdekaan 17 agustus. 

Seperti yang sudah saya singgung diatas, bahwasanya bambu runcing merupakan salah satu simbol kemerdekaan RI yang tidak akan pernah termakan jaman. Sebagai rasa penghormatan dan rasa cintanya terhadap para pejuang kita, bahkan dikota pahlawan disurabaya telah didirikan monumen bambau runcing yang berdiri tegak gagah perkasa tepatnya di jalan panglima sudirman. Disetiap tanggal 17 agustus perayaan karnaval dalam rangka menyambut hari kemerdekaan republik indonesia pasti selalu mengelilingi monumen bambu runcing tersebut.

Demikianlah sedikit ulasan tentang fakta sejarah senjata bambu runcing ini, mudah-mudahan bisa menambah wawasan sejarah untuk generasi yang akan datang, semoga bermanfaat.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »