Belajar Mensyukuri Nikmat Allah Bisa Melalui Alam Semesta Ini

Belajar Mensyukuri Nikmat Allah
Alam Semesta
Cara Mensyukuri nikmat - Kenapa saya katakan "Belajar?", sebab proses pembelajaran hidup tidak akan pernah ada habisnya. Bagaimanapun, mensyukuri nikmat Allah itu, adalah suatu pekerjaan yang teramat sulit. Kenapa demikian?, sebab manusia terlahir dengan memiliki keterbatasan lahiriah atau batiniah. keterbatasan ini seperti inilah yang kerap kali menjadikan manusia lupa akan fitrahnya sebagai manusia yang lalay bahwasanya Dia yang sudah menjadikan semua isi bumi ini untuk kita miliki sebagai makhluk-Nya, Allah juga memberikan kita semua apa yang menjadi isi bumi beserta isi langit.


Persoalan manusia hanya mengenai proses mensyukuri, memikirkan dan juga menikmati, terlebih lagi jika mampu meniru alam semesta, dengan begitu kesejahteraan maupun kesenangan akan dengan mudah kita dapatkan.

Kita semua bisa renungkan dengan benda-benda, ataupun makhluk-makhluk-Nya yang telah diciptakan-Nya, namun janganlah mencoba untuk merenungkan apa yang sudah menjadi Dzat Allah (apa dan seperti apa bentuk Allah), sebab bisa-bisa kita semua akan celaka. (Hr. Abu Syaikh), tidak lah kami memberikan ilmu, terkecuali sedikit.

#Pembelajaran Melalui Mekanisme Alam

Ada banyak sekali mekanisme alam yang patut kita pelajari dan kita tiru. Namun kita sebagai manusia selalu tertinggal jauh, sebab manusia tidak akan mampu menandingi kuasa-Nya dan diantara tanda-tanda kebesaran-Nya. Salah satu contoh kebesaran Allah yang wajib kita takuti dan kita syukuri yaitu antara lain :
  • Allah telah menciptakan kilat (petir) yang mampu memberikan rasa takut dan harapan kepada setiap manusia.
  • Allah bisa menurunkan hujan yang sangat lebat dari langit, lalu kemudian bisa menghidupkan seisi bumi dengan air hujan tersebut.
Dan sebenarnya Hakekat seperti itu hanya ada tanda-tandanya melalui orang-orang beriman, bagi orang yang sudi menggunakan akal sehatnya. Dialah yang membentangkan seisi bumi, menjadikannya gunung-gunung, mengalirkan air di sungai-sungai. Ciri-ciri orang yang mampu mensyukuri nikmat Allah bisa juga datang melalui mekanisme alam seperti dibawah ini :
  • Bumi (alam semesta) banyak sekali ladang anggur yang bukan semata-mata tumbuh sendirinya.
  • Pohon kurma dari yang mulai bercabang dan yang tidak, bukan semata-mata jadi sendirinya.
  • Aku hidupkan dengan air yang sama, begitu juga Aku lebihkan mengenai rasanya yang berbeda-beda.
Hal semacam ini merupakan tanda kebesaran-Nya bagi manusia yang mau berfikir (ra'ad:4), sungguh bahwa alam semesta itu sangat kaya dengan contoh-contoh dan juga tamsil (perumpamaan) yang sangat tinggi sekali ilmu beserta manfaatnya.


#Tamsil (Perumpamaan) yang wajib dipelajari.
Tamsil atau suatu perumpamaan itu, bukan sekedar untuk manusia kagumi, akan tetapi untuk dipelajari dan bisa ditiru mekanismenya bagi semua kesejahteraan umat manusia. Kita semua bisa memperhatikan dari mulai hal yang seringkali terjadi didekat kita, sebagai contohnya :
"Kita semua tau, seberapa besarnya mata yang dimiliki seekor katak. Akan tetapi mata tersebut mampu memberikan perintah terhadap otaknya guna memilah-milah atau bagian mana yang berfaedah bagi kehidupannya. Matanya mampu melihat pada saat seekor lalat yang bergerak persis didepan ujung jangkauan lidahnya, dan katak hanya memangsa serangga-serangga yang menunjukan gerak-geriknya bahwasanya serangga tersebut masih hidup".
"Dan apabila seekor katak melihat ratusan atau ribuan lalat yang tidak menunjukan gerak-geriknya, tidak akan mungkin seekor katak akan memangsanya, oleh sebab katak paham benar dengan apa yang menjadi ciri khas musuhnya. Sementara katak akan menutup pandangannya dari apa-apa saja yang tidak ia takuti".
Dengan begitu katak juga bisa dijadikan sebagai pembelajaran alam yang begitu berarti bagi manusia, dia tidak pernah memakan musuhnya yang sudah mati. Lalu bagaimanakah dengan kita?, bahwasanya Allah menuntut banyak kepada semua umatnya, dan Dia telah berpesan :
Sekalian bangsa manusia dan jin, apabila kalian sanggup menembus dan melintasi langit dan bumi, maka lintasilah!. Tapi ada yang harus kalian ingat, kamu tidak akan mampu melintasi terkecuali dengan izin-Nya, (rakman:33). 

Artinya ada tuntutan kewajiban yang harus manusia penuhi, dan ada ilmu yang harus kalian pelajari. Tapi bersyukur manusia sudah mampu menciptakan roket-roket dengan segala kemampuannya telah berhasil membuat radar yang mampu menditeksi sesuatu dari manapun, akan tetapi tidak akan mampu menditeksi ketelitian Allah maupun kebesaran-Nya dalam hal mencipta.

Sebagai manusia, kita bisa melihat banyak apa-apa yang harus diamati dengan baik. Penciuman kupu-kupu, kerja manusia dengan ototnya, kerja manusia menggunakan otaknya yang teramat rumit dan pelik, dan masih banyak yang lainnya. Demikianlah sempurnanya Allah merancang, menciptakan, sekaligus memelihara alam semesta. Dan Allah menciptakan alam semesta ini bukanlah sebagai hasil untuk main-main atau kelakar semata :
"Tidaklah Aku ciptakan langit dan bumi ini bukanlah untk sekedar bermain-main, kami ciptakan keduanya dengan maksud dan tujuan tertentu".
Namun tidak dipungkiri, kebanyakan dari kita semua (manusia) tidak pernah mau tau, seolah-olah manusia sangat terkesan dengan keraguan, sebagaimana sabda Allah yang berbunyi :

- Apakah sama, orang yang buta dan yang tidak buta, tidak sama dengan kegelapan dan gemerlapnya cahaya, tidak akan sama dengan teduh dan terik, tidak akan sama orang mati dan hidup, yang sesungguhnya kami mampu mendengar siapa saja yang dikehendaki.
Konsepsi diatas ini merupakan sebuah pengakuan mengenai fakta, pasalnya manusia sangat erat hubungannya dengan alam, dan salah satu cara memanfaatkan alam sebagai sumber kekuatan manusia bukan hanya diperoleh dengan napsu serakah. Supaya apa yang sudah menjadi ciptaan Al-Qur'an dan apa yang sudah menjadi kewajiban manusia bisa dilaksanakan sebaik mungkin.

#Petunjuk atau isyarat Allah.


Bahwa Allah telah mengisyaratkan, dalam setiap pengamatan maupun analisa harus dibarengi dengan persepsi fuad (perasaan hati) apa yang telah menjadikan ciptaan-Nya merupakan sesuatu yang sangat indah, misalnya : menciptakan manusia hanya dari tanah, kemudian Ia turunkan melalui air mani, lalu Ia menjadikannnya ciptaan paling sempurna

Dia hembuskan ruh-Nya, kesempurnaan pendengarannya, diberikan-Nya penglihatan dan hati, tidak sedikitpun Allah merasa menghutangkannya kepada manusia, namun sebagai manusia masih ada saja yang lupa mensykurinya (As sajdah:7-9), lalu nikmat manakah yang akan kita dustai lagi?. Maka agar nikmat selalu bertambah, senantiasalah kita mensyukuri segala nikmat yang telah tercurah, janganlah khianati nikmat-Nya, agar semua yang sudah kita miliki tidak terkuras.

Sumber isnpirasi : Mutiara Jum'at (formula Rabbani)

Demikianlah sedikit ulasan mengenai belajar mensyukuri nikmat Allah yang bisa didapatkan melalui alam semesta ini, semoga bermanfaat.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »