Resiko yang harus di terima oleh seorang penjual jasa


Resiko sebagai penjual jasa - Halo sobat semuanya, pada postingan kali ini saya akan mengungkapkan sedikit testimoni langsung dari pengalaman pribadi maupun pengalaman sobat semua. Penjual jasa itu bisa bermacam-macam bentuknya dan cara kerjanya.



Dari sekian banyaknya orang didunia, yang mengalami kegagalan       mungkin tidak bisa dihitung dengan banyaknya jari kita. Pasang           surut pasti akan dialami oleh semua orang yang menjual jasa, salah     satunya saya ini, yang hanya sebagai seorang operator komputer pekerja freeland dengan hasil yang ditentukan dari banyaknya konsumen. Dengan begitu jika saatnya konsumen sepi, sudah barang tentu saya harus mampu menerima resiko untuk mendapatkan penghasilan yang pas-pasan atau minim.

Saya, atau anda yang berpropesi sebagai seorang blogger, itu sama artinya penjual jasa. Jadi pasang surutnya seorang pengunjung mungkin sudah terbiasa. Kita semua yang sudah mendedikasikan menjadi seorang penulis/ blogger pastinya sudah siap lahir dan batin untuk bisa menghadapi hal-hal semacam itu. Sebab kunci kesenangan batin adalah, dimana kita sanggup bersabar dan ikhlas dalam mengahadapi kondisi sesulit apapun.

Berikut dibawah ini, sebuah resiko yang harus di terima oleh seorang penjual jasa menurut profesi masing-masing, antara lain adalah :


Resiko-resiko yang harus di terima oleh seorang penjual jasa.

1. Resiko penjual jasa freeland (komputer).
Pekerja freeland banyak sekali bentuk dan cara kerjanya, seperti halnya saya sebagai seorang pekerja freeland dengan mengandalkan omset, jadi dimana dalam satu bulan mendapatkan banyak konsumen, sudah pasti pendapatan akan naik. Namun tidak semua waktu akan berjalan mulus, terlebih saya harus menghadapi beberapa konsumen yang selalu memberikan harga murah tentang jasa yang saya tawarkan.



Biasanya saya akan disudutkan beberapa pilihan, "tolak atau terima". tentunya situasi seperti ini seringkali dihadapi oleh semua penjual jasa. Ini sebuah resiko yang harus kita hadapi sebagai seorang penjual jasa. Jadi resikonya saya harus menerima, ada kekhawatiran sebagai penjual jasa, kenapa konsumen seperti itu masih saja saya terima. Belum lagi dengan pendapatan satu hari seberapapun besarnya bahwa 30% saya harus setor kepada majikan/ bos.

Alasan-alasan :
  • Tempat kerjaan sedang sepi konsumen.
  • Barangkali suatu saat nanti memberi order besar.
  • Takut kehilangan konsumen.
  • Daripada tidak ada kerjaan.
2. Sebagai blogger master.
Seorang blogger pemula seperti saya ini, tentunya akan mengutamakan travic pengunjung, berbeda dengan blogger master. Mungkin barang kali akan lebih cenderung fokus mengenai pendapatan. Saya rasa itu hal yang lumrah, sebab seorang blogger master itu memperjuangkan situsnya bukan dengan waktu yang sangat singkat. Jadi wajar jika seorang webmaster lama mencari sebuah penghasilan setelah sekian tahun lamanya memperjuangkan impiannya itu.

Akan tetapi bukan berarti semua tidak beresiko, ada sebuah tuntutan tanggung jawab sebagai seorang master. Selain harus mampu menanggapi setiap komentar dia juga harus bisa memberikan apresiasi terhadap blogger pemula, paling tidak membimbingnya. Bagi seorang master kemungkinan travic sudah tidak menjadi persoalan, sebab mereka memiliki cara-cara tersendiri dalam membangun sebuah travic blog.

Dan perlu anda ketahui semua, menjadi seorang master itu, bukan berarti mereka tidak mempunyai resiko. Jangan anda berfikir seorang master itu tidak memiliki resiko tuntutan tanggung jawab, ini resiko yang harus diterima seorang webmaster :
  • Siap melayani komentar yang masuk.
  • Siap berbagi.
  • Siap menyuguhkan hal yang bermanfaat.
  • Siap memberikan wadah peluang kerja sama terhadap pemula.
3. Penjual jasa sebagai blogger pemula.
Menjadi blogger pemula dibutuhkan kerja keras dan semangat tinggi, salah satu resiko yang dimiliki blogger pemula yaitu jika memiliki dua hal tersebut jika menginginkan impian menjadi kenyataan. Memang, blogger pemula ini selalu cenderung gulung tikar, sebab tidak memiliki keuletan dan kesabaran.

Apa alasannya dari kebanyakan para blogger pemula cepat menyerah bahkan menutup akunnyanya, kemungkinan alasan-alasannya yang kurang beralasan, misalnya :

Tidak cepat-cepat diterima menjadi publisher adsense, apakah menurut para blogger master alasan seperti ini cukup beralasan?, jelas tidak!, sebab untuk bisa menjadi publisher adsense itu tidak semudah membalikan telapak tangan. Mungkin alasannya, ko dia bisa, kenapa saya tidak?, jelas bisa tentunya. Blogger master bisa diterima menjadi publisher, tentunya sudah melewati beberapa macam resiko kegagalan dan juga perjuangan panjangnya dalam membangun sebuah blog.

Semua impian atau kesuksesan yang abadi bukanlah didapatkan dengan cara-cara yang instan, tentunya kita semua tahu, berapa lama bisa bertahan menjaga kesuksesan dengan cara-cara seperti itu. Tidak dipungkiri juga, bahwasanya sukses bisa dengan mudah didapatkan, akan tetapi yang lebih sulitnya bagaimana cara mempertahankan kesuksesan tersebut agar tetap utuh.

Namun tidak hanya cukup sampai disitu, masih ada tanggung jawab yang harus ditebus selain dari diatas, antara lain :


  • Mau menerima semua saran, (yang baik-baik)
  • Sabar dan bekerja keras.
  • Rutin membuat konten-konten artikel.
  • Sempatkan waktu berkunjung.
  • Tanyakan jika kurang tahu dan faham.
  • Mau bergabung dengan komunitas.
  • dan masih banyak yang lainnya.
Sebagai seorang penjual jasa, bukan hanya dari seorang pedagang saja. Kita semua yang terlibat didunia internet bisa juga dikatakan sebagai penjual jasa, baik penulis konten, blogger, youtuber, semua itu termasuk seseorang yang menjual jasa yang melalui suguhan hiburan video atau ilmu-ilmu pengetahuan, dan menjual artikel (menurut profesinya masing-masing).

Demikian kiranya yang bisa saya suguhkan kehadapan kalian, mudah-mudahan ulasan tentang resiko yang harus di terima oleh seorang penjual jasa ini bisa menjadi sesuatu yang bermanfaat untuk semua.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »