Pengertian penyakit gondok dan cara pencegahannya

Pengertian penyakit gondok dan cara pencegahannya
benjolan gondok
Cara mencegah penyakit gondok - Kelenjar tiroid merupakan sebagian dari organ yang berbentuk menyerupai kupu-kupu yang terletak tepat di bawah jakun. 



Kelenjar ini memiliki beberapa fungsi penting, yaitu untuk memproduksi hormon tiroid yang berperan dalam berbagai olangkah-langkah kimiawi yang terjadi dalam tubuh. Pada kondisi normal, biasanya kinerja dari kelenjar tiroid cenderung tanpa kita sadari sama seperti organ-organ lainnya. Tetapi jika terjadi pembengkakan, kelenjar tiroid maka akan membentuk benjolan pada leher. Inilah yang disebut gondok.

#Ada beberapa Jenis-jenis penyakit gondok

Ada dua jenis gondok, yaitu gondok difus dan nodul, pengelompokan ini berdasarkan pada tekstur benjolan-benjolannya. Benjolan pada gondok difus terasa sangat mulus saat disentuh, sementara pada gondok nodul, benjolan akan terasa krang  rata dan menggumpal. Permukaan yang tidak rata tersebut disebabkan oleh adanya satu atau bias lebih bintil-bintil kecil yang sangat padat dan berisi cairan dalam benjolan.




#Gejala-gejala Penyakit Gondok

Tidak semua penderita gondok akan mengalami gejala. Jika memang ada suatu indikasi yang muncul, dari terbentuknya benjolan tidak normal di leher, kemungkinan besar dari gejala kondisi ini. Jika dilihat dari ukuran benjolan gondok berbeda-beda pada tiap si penderita.


Pada umumnya benjolan berukuran kecil biasanya tidak menyebabkan gejala apa pun. Dengan demikian, benjolan itu bisa mempengaruhi pernapasan dan menyebabkan sipenderita akan sulit menelan jika bertambah besar. 

Gejala-gejala lain yang umumnya menyertai pembengkakan meliputi tenggorokan yang terasa sesak, dari perubahan suara (misalnya suara menjadi serak), batuk-batuk, serta sulit untuk bernapas atau menelan.

Jika merasakan merasakan gejala seperti di atas, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter. Terutama bagi penderita dengan benjolan yang terus membesar dan terdapat sulit untuk bernapas dan menelan.

#Penyebab -penyebabnya penyakit Gondok

Gondok terkadang sulit untuk ditemukan penyebabnya karena memang sangat beragam, tetapi ada beberapa faktor yang pada umumnya bisa memicu penyakit ini, di antaranya :
  • Hipertiroidisme dan hipotirodisme, penyakit gondok bisa terjadi dikarenakan kinerja kelenjar tiroid yang berlebihan (hipertiroidisme) atau menurunnya dari (hipotiroidisme). Kedua-duanya akan memicu pembengkakan kelenjar tiroid. Hipertiroidisme umumnya disebabkan karena dari penyakit Graves. Sementara hipotiroidisme dapat dipicu karena kurangnya dari iodin atau penyakit Hashimoto. Defisiensi iodin. Iodin sangat dibutuhkan kelenjar tiroid untuk dapat memproduksi hormon tiroid, dan zat ini (Iodin) mudah untuk ditemukan dalam ikan, jenis-jenis ikan yang banyak mengandung zat iodin 
diantaranya :

  • tiram, 
  • rumput laut, 
  • sereal, 
  • gandum, 
  • serta susu sapi. 
Karena jika kekurangan iodin, kinerja dari kelenjar tiroid bisa menurun dan bias mengalami pembengkakan.Merokok. Asap dari rokok yang mengandung senyawa tiosianat dapat memengaruhi kemampuan tubuh dalam memanfaatkan iodin.

Selain dari penyebab umum seperti contoh di atas, gondok juga bisa terjadi akibat hal-hal berikut:
  1. Keberadaan nodul didalam kelenjar tiroid. 
  2. Pengaruh dari kanker tiroid.
  3. Inflamasi kelenjar tiroid akibat dari infeksi virus, bakteri, atau kemungkinan dari obat-obatan tertentu yang dikonsumsi si pemilik gejala.
  4. Kadardari  iodin yang terlalu  lebih dalam tubuh.
  5. Perubahan pada hormon dikarenakan pubertas, kehamilan, atau menopause.
  6. Pengaruh obat litium yang pada umumnya selalu digunakan untuk menangani depresi atau gangguan bipolar.
#Faktor-faktor risiko dari penyakit gondok
Gondok bisa menyerang siapa saja, tapi ada juga beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko dari seseorang terkena penyakit ini. Faktor-faktor yang mengakibatkan gondok meliputi :
  • Usia risiko dari gondok dapat meningkat seiring tambahnya usia. 
  • Jenis kelamin. Perempuan  mempunyai  risiko yang lebih tinggi disbanding  laki-laki. 
  • Faktor keturunan. Mempunyai anggota keluarga yang mengidap dari kanker tiroid dan penyakit autoimun yang bisa meningkatkan risiko dari penyakit gondok.
  • Obat-obatan seperti amiodarone dan imunosupresan. 
  • Kehamilan dan menopause. Risiko akibat gangguan tiroid meningkat jika wanita sedang hamil atau menopause, dan dari penyebabnya belum bisa diketahui secara pasti.
#Langkah mengantisipasi dari penyakit gondok :
Gondok bisa ditangani dengan beberapa langkah Penentuan langkah ini tergantung dari beberapa faktor, yaitu dari ukuran benjolan, dari gejala yang dirasakan, dan dari penyebab dasar terjadinya gondok.

Benjolan yang kecil tidak menyebabkan gejala umumnya tidak mendapatkan penanganan langsung. Dokter akan memantau perkembangan kondisi Anda sebelum melakukan tindak lanjut, karena gondok anda mungkin bisa sembuh tanpa membutuhkan penanganan.

Jika dari benjolan terus membesar sampai bisa mengganggu kondisi kesehatan pasien, ada beberapa langkah penanganan yang dapat diambil. Langkah-langkah penanganan yang sangat dianjurkan dokter diantaranya :

#Terapi penggantian hormon
Dengan mengganti  hormon tiroid pada umumnya harus dijalani seumur hidup. Contoh obatnya adalah: evothyroxine, tetapi dengan menggunakan obat ini juga bisa memicu efek samping seperti mual, kram otot, serta detak jantung berdegup kencang dan tidak teratur.

#Obat dari penurun hormon tiroid

Thionamide dapat menurunkan dari kadar hormon tiroid dengan menghambat proses produksinya. Obat ini dianjurkan mengatasi hipertiroidisme. Efek sampingnya meliputi : mual, nyeri pada sendi, ruam ringan, serta jumlah sel pada darah putih akan berkurang otomatis.

#Terapi dengan iodin radioaktif
Terapi ini juga termasuk penanganan untuk hipertiroidisme. Iodin radioaktif yang dikonsumsi akan menghancurkan sel-sel tiroid. Metode pengobatan seperti ini terbukti dapat mengecilkan ukuran benjolan, dan sangat dianjurkan, tapi juga bisa memicu hipotiroidisme.

#Langkah operasi
Benjolan yang terus meningkat ataumembesar  hingga bias mengganggu pernapasan atau  menyebabkan sipenderita sulit untuk menelan, pada  umumnya ditangani dengan operasi. Langkah seperti ini akan ditangani dengan prosedur pengangkatan sebagian atau mungkin seluruh kelenjar tiroid, dengan melakukan langkah oprasi menunjukkan dari sekitar 15% si penderita gondok pada akhirnya dianjurkan melakukan  langkah oprasi.


Tiap operasi pasti ada risiko yang harus diterima sipasien, termasuk tiroidektomi. walau kemungkinan bias tergolong sangat kecil, pasien yang menjalani prosedur ini berpotensi mengalami komplikasi rusaknya pada saraf atau dari kelenjar paratiroid.

Contoh dari kerusakan saraf yang mungkin terjadi ialah perubahan dari suara atau gangguan dari pernapasan, komplikasi ini bisa juga bersifat sementara atau permanen. Sedangkan rusaknya dari kelenjar paratiroid tersebut akan sangat berpengaruh dari  pengaturan kadar kalsium darah atau tulang.


Demikian informasi ulasan tentang tentang penyakit gondok dan cara pencegahannya, semoga bisa bermanfaat untuk semua.