Memahami bentuk sabar melalui 3 perkara

Memahami bentuk sabar melalui 3 perkara - Dengan melakukan tindakan sabar, berarti kita dapat menahan jiwa serta menjaga agar senantiasa tidak melakukan sesuatu hal yang melanggar aturan-aturan. Bahwasanya terdapat 3 macam bentuk dari sifat sabar itu, salah satunya sabar didalam melaksanakan ketaatanNya, sabar disaat menjauhkan maksiat terhadap Allah, kemudian sabar menerima takdir Allah, walaupun sangat menyusahkan dan juga menyakitkan.

bentuk sabar melalui 3 perkara


Sebagai manusia biasa, kita harus senantiasa menerima dengan ikhlas, fitrah apa yang diberikan Allah terhadap kita, salah satunya yaitu sabar. Maka dari itu seringkali saya jumpai seseorang yang tidak bisa memanfaatkan apa itu bentuk kesabaran, tentunya kita wajib memahami makna sabar yang selalu mendera tubuh manusia, mekna dan bentuk dari sabar ada terdapat 3 perkara, diantaranya ;



1. Sabar terhadap ketaatan kepada Allah

Bentuk dari sabar seperti diatas, seharusnya senantiasa dimiliki oleh setiap orang. Sebetulnya jiwa kita sering merasa sangat berat untuk mengikuti beberapa ketaatanNya, dengan demikian jiwa kita akan cenderung memiliki sifat-sifat yang sangat buruk, telah disebutkan melalui firmanNya yang berbunyi “ sebenarnya hawa nafsu itu selalu memberikan perintah agar selalu berlaku jahat, terkecuali hawa nafsu yang diberikan Allah, dimana hawa anfsu yang dibarengi dengan rahmatNya”. (QS Yusuf : 53).

bentuk sabar melalui 3 perkara


Sering juga kita menjumpai seseorang beramal, akan tetapi tidak dengan kontinue disaat melakukannya, bahwasanya mereka sangat antusias melakukan banyak amal diawal-awal waktu, akan tetapi diapun secepatnya untuk meninggalaknnya. Maka dari itulah kita sangat membutuhkan rasa sabar kita secara berkelanjutan disaat melakukan amal. Walau amal yang kita lakukan sangatlah sederhana, akan tetapi jika dibarengi niat yang khusyu, Rasulullah pun bersabda, “bahwasanya jenis amalan-amalan yang sangat dicintai Allah yaitu jenis amalan yang selalu berlanjut walau hanya sedikit”

Bahwasanya Allah ta’ala sangatlah menyukai jenis amalan yang selalu berlanjut walau sederhana, sebab hal seperti itu bisa terbantunya mengenai berkelanjutannya salah satu bentuk amal. Maka bentuk usaha agar supaya bisa kontinue didalam melakukan amal, yaitu dengan dirorongnya kalimat Doa atau dzikir terhadap Allah ta’ala. (HR. Abu daud dan Ahmad, shahih).

2. Sabar didalam menjauhi maksiat

Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “ surga merupakan campuran mengenai hal yang kurang menyenangkan, dan neraka merupakan hal-hal yang dapat memicu kebahagiaan nafasu” (HR. muslim). Dari itulah bahwasanya sifat sabar sangat diperlukan sekali guna menjaga diri dari hal yang bisa memicu senangnya nafsu, yang dimana hakikatnya bisa terjerumusnya kita kedalam api neraka, dan kemaksiatan pun digolongkan sebagai perkara-perkara yang sangat disukai hawa nafsu kita.

Maka orang muslim yang beriman akan senantiasa dapat mengendalikan hawa nafsu serta bisa melihat, bahwasanya maksiat merupakan sesuatu yang sangat spele, yang dimana bisa mengakibatkan binasanya diri, Abdullah bin mas’ud telah mengatakan :
“ orang-orang yang beriman disaat melihat dosanya, seolah dia sedang duduk-duduk dibawah gunung dan ia sangat khawatir gunung itu akan menimpa dirinya. Apabila untuk orang kafir, bahwasanya dengan melihat dosa-dosanya, ibarat binatang lalat yang melintas didepan batang hidung” (HR. bukhari), tak satupun yag bisa mengatasinya selain sabar.


3. Sabar didalam menerima takdir Allah
Melalui rukun iman, bahwasanya sangat meyakini bahwa terdapat sebuah takdir dan ketetapanNya. Ada dua macam-macam takdir yang bisa menerpa manusia, yaitu mulai dari bentuk kebahagiaan dan juga bentuk dari kesedihan dan musibah. Untuk jenis takdir yang pertama bahwa kita harus mensyukurinya, maka dengan bersyukur Allah senantiasa menambah nikmatNya. Kemudian melalui bentuk akdir yang kedua, maka kita diberikan ujian untk senantiasa kita bisa menghadapinya penuh dengan rasa sabar, perlu kita ketahui semua, dari kedua bentuk diatas, adalah sebuah amalan ibadah yang mempunyai Nilai Pahala disisi Allah ta’ala.

Bahwa Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa sallam bersabda ; “ sungguh luar biasa sekali mengenai perkara-perkara orang-orang mukmin ini. Dari semua yang menimpanya merupakan sebuah kebajikan terhadapnya atau tidak terkecuali jika hanya melalui diri seseorang mukmin. Maka disetiap orang mukmin mengalami seperti itu wajib sekali untuk tetap bersabar, dengan memiliki sifat sabar merupakan ciri dari orang muslim, bahwasanya di balik semua itu pastinya bakal ada sebuah hikmah dari Allah ta’ala.

Melalui sebuah firman Allah yang berbunyi ;
"pasti akan kami beri sebuah ujian dan cobaan terhadapmu, dengan sedikit rasa lapar, kurang harta benda, rasa takut, dan lain sebagainya, maka gembirakanlah selalu, mereka-mereka melalui sebuah sebuah berita yang sangat menyenangkan". Dan jika orang-orang yang mendapatkan musibah, maka mereka agar mengucapkan “ inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun” (sebetulnya kami merupakan milik Allah dan hanya kepada-Nya-lah kami kembali.)” (QS. Al-baqoroh 155 – 156).

Disamping itu juga, setiap ujian musibah yang mendera orang mukmin adalah sebuah bentuk cobaan, yang dimana melalui firman Allah yang berbunyi :
" jangan kamu kira, bahwa kamu bisa masuk dalam syurga-Ku, apabila belum datangnya sebuah ujian terhadapmu, sebagaimana seseorang yang lebih dahulu sebelum kamu, semuanya sudah ditimpakan sebuah kesengsaraan dan malapetaka sekaligus beberapa guncangan-guncangan ", sampai akhirnya Rasul beserta orang yang beriman berkata bersama ; jika melalui datangnya sebuah perlindungan Allah.?, maka kamu harus ingat, sebetulnya perlindungan Allah amatlah sangat dekat. (QS Al-baqoroh : 214).
Pahala besar bisa diawali dari sebuah musibah

Bahwasanya sanga perlu untuk kita ketahui, Pahala sabar itu hanya bisa didapat melalui orang yang melaksanakannya diawal kejadian sebuah musibah. Tidak sedikit juga, orang yang bisa sabar pada saat sebelumnya marah terlebih dahulu, maka hal seperti juga, sangat baik akan tetapi dia tidak akan mendapat jenis pahala yang dijanjikanNya.
Bahwasanya melalui sabda Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa sallam yang berbunyi ; 
“sebetulnya apa yang namanya sabar itu, merupakan hal yang harus kita lakukan disaat pada awal mendapatkan musibah, memiliki sifat sabar diawal musibah memangakan sukar dilaksanakan, maka dari itu Allah menjanjikannya sebuah pahala yang tiada tara bagi yang sanggup melakukan sabar seperti diatas, dan barang siapa yang tidak ikhlas menerima takdirNya, sama halnya dia sudah berbuat cela terhadap Allah ta’ala.
Demikianlah sedikit ulasan mengenai bagaimana cara memahami bentuk sabar melalui 3 perkara ini, mudah-mudahan sedikit artikel ini bisa bermanfaat untuk semua.

Memahami keutamaan tentang apa Makna dari Shalat Wustha

Keutamaan makna Shalat WusthaMemahami tentang apa itu arti shalat wustha - Mungkin saya harus memberanikan diri untuk memuat artikel mengenai Islam, setelah sekian lama saya melalaikannya, dan akhirnya saya wajib untuk memostingnya kembali, astaghfirullahaladzim begitu lalainya saya, sehingga saya menghapus semua hasil tulisan tentang Islam, oleh sebab kabar dari sana sini, rasanya kurang etis jika saya membahasnya disini.

Baiklah sobat-sobat semua, kita sebagai orang muslim, yang Insya Allah dalam sehari-hari slalu disibukan sesuai dengan perintahNya, maka dari itu pentingnya kita memahami apa itu arti shalat wustha, bahwasanya melalui firmanNya yang berbunyi “ jagalah selalu shalatmu, dan priharalah shalat wustha, bangkitlah karena Allah melaui shalatmu yang khusyu, (‘Qs. Al baqarah 238’.)

Makna dari Shalat Wustha

Taukah kita semua mengenai maksud shalat wustha.?, jujur saya pribadi bukan seorang ahli fiqih atau ahli Al-quran, dan mudah-mudahan apa yang saya ulas disini, yaitu mengenai pemahaman tentang shalat wustha, tidak adanya kesalahan sedikitpun. Bahwasanya Nabi Sallahu’alaihi wa’sallam menerangkan dari Ali Radliyallahu’anhu bahwasanya disaat peperangan Ahzab disampaikan melalui beliau ‘ kami dibuatnya lupa oleh musuh untuk melaksnakan shalat wustha, yaitu shalat ashar, beliau pun mengatakan, semoga Allah memberikan rumah atau kuburan mereka dengan panasnya api neraka. (HR. Muslim, I/ 205, 437 sampai 627.)

Melalui hadits ini, bahwasanya kita ketahui, shalat yang mempunyai sebutan lain dari shalat wustha yaitu shalat ashar. Lalu kenapa Allah senantiasa memberikannya tempat khusus melalui kitab-Nya yang menerangkan bahwa wajib hukumnya untuk selalu menjaga dan memelihara ahalat ashar. Pastinya mempunyai keistimewaan sendiri melalui shalat ashar ini, bahwasanya ancamannya sangat berat bagi orang muslim yang melupakan shalat wustha atau ashar tersebut. Adapun antara lain keistimewaaan shalat wustha ialah ;

#Melakukan shalat wustha, oleh malaikat langsung dikabarkan terhadap Allah ‘azza wa jalla.
Perlu kita ketahui, terdapat dua waktu, yang dimana Malaikat beserta para manusia naik kelangit serta memberikan kabar terhadap Allah Ta’ala mengenai apa yang sudah kita perbuat pada waktu itu, dari dua waktu tersebut tidak lain waktu Ashar dan Subuh. Bahwa Abu Hurairah Radliyallahu’anhu memberi kabar, bahwasanya nabi Shallahu’alaihi wa salam bersabda ;

“ para malaikat beserta malam dan juga malaikat beserta siang, pastinya akan silih berganti dating terhadapmu, lalu mereka bersatu disaat shalat subuh atau shalat ashar. Maka para malaikat naik keatas langit sampai kemudian Allah Ta’ala bertanya, ‘ didalam kondisi seperti apakah, kalian meninggalkan hamba”Ku..?” (bahwasanya Allah lebih tau terhadap apa yang Malaikat tanyakan)
Dan malaikat pun menjawabnya “ kami meninggalkan mereka didalam keadaan sedang shalat, lalu kami meningalkan mereka didalam keadaan sedang shalat juga.” (HR. Al Bukhari, No. 555 dan HR. Muslim, No. 632), maka segeralah seorang muslim untuk melakukan shalat ashar atau subuh diawal waktunya.

#Shalat dengannya, Allah ta’ala akan memberikan nikmat dengan mengaksikan dzat Allah dengan mudah di Surga.
Sudah Masyhur tentunya bagi orang-orang muslim, bahwsanya muslim yang menjalani hidup didunia, yang mempunyai tujuan Tauhid terhadap Allah ta’ala, dan surgalah yang akan menjadi balasannya. Adapun beberapa jenis kenikmatan yang didapatkan oleh semua ahli surga yaitu nikmat dengan melihat Dzat Allah.

Maka salah satu jalan yang cepat guna mendapat nikmat itu, adalah dengan memanfaatkan untuk mensegerakan melakukan shalat Ashar diawal waktunya. Melalui jarir ibnu’ abdillah telah memberikan gambarannya bahwasanya disatu malam, ia bersama Nabi Shalallahu’ alaihi Wa’sallam disaat-saat sedang menyaksikan Purnama, kemudian Nabi Bersabda ;
‘ sungguh-sungguh kalian dapat melihat Rabb kalian, sebagaimana kalian telah menyaksikan purnama, dan kalian akan mendapat kemudahan tanpa harus menemukan kesulitan melaihatNya, dan apabila kalian sanggup dan tidak pernah kalah didalam melaksanakan Shalat sebelum terbitnya matahari (shubuh, lalu segeralah untuk melaksanakan Shalat terbitnya matahari yaitu Ashar, Lakukanlah..!’
“ kemudian berthasbihlah sambil menjunjung Rabb-mu pada saat sebelum terbitnya matahari atau sebelum terbenamnya..’ (QS. qaaf : 39) (HR. al bukhari, No. 554 dan HR. muslim, No. 633)
#Shalat yang oleh Rasulullah ‘alaihi ash shalatu wa salam, beliau kerjakan selalu di awal waktu.
Bahwasanya anas radliyallahu’anhu memberikan gambarannya, yaitu menerangkan bahwa Nabi Shallallahu’alaihi wa salam seringkali melaksanakan Shalat Ashar disaat-saat matahari masih dalam keadaan yang tinggi, maka dimana seseorang yang pergi kekampung Awali, dan ia dapat sampai tujuannya pada saat matahari masih dalam keadaan yang tinggi juga, (muttafaqun ‘alaihi, HR. al bukhari 550 tercantum dalam buku fathul baari, II/28).

Akan tetapi, selain dari keistimewaan yang bias didapat untuk siapa saja yang mensegerakan melakukan Shalat Subuh atau Ashar, sudah barang tentu akan adanya sebuah teguran tegas bagi yang menganggapnya remeh dan bahkan sama sekali tidak melakukannya, shalat wustha ini, teguran-teguran berupa ancaman untuk semua orang yang meremehkan untuk melaksanakan shalat Ashar meliputi ;

#Dosa-dosa bagi seseorang muslim meninggalkan shalat Ashar seperti orang yang dikurangi (anggota) keluarga sekaligus semua harta-hartanya.
Bahwasanya “ Abdullah bin umar radliyallahu’anhuma memberikan gambaran, bahwasanya nabi Shallahu’alaihi wa sallam ini telah memberikan sabdanya “ bagi orang muslim yang tidak pernah melaksanakan Shalat Ashar, maka ia akan berkurang dari semua anggota keluarganya atau semua harta bendanya, (Muttafaqun ‘alaihi, HR. Muslim, No. 626 dan HR. At Tirmidzi, No. 113).
#Melalaikan shalat ‘ashar bisa menggugurkan semua amalannya.
Melalui buraidah radilyallahu’anhu, bahwasanya nabi kita telah bersabda, “ siapa saja orang muslim yang melalaikan bahkan berani meninggalkan Shalat Ashar, maka sia-sialah semua amalan-amalannya itu”, (Hadits shahih, An nasa’I No. 497).

#Mengakhiri Shalat Ashar merupakan tanda-tanda orang Munafik.

Tidak sedikit diantara kita, yang disibukan dengan urusan dunia sampai akhirnya terasan sangat berat guna melakukan kewajiban Shalat Ashar yang tepat diawal waktunya. Banyak juga beberapa orang yang mengakhiri Shalat Ashar ini, bahwasanya kita semua telah mengetahui hadits nya, siapa sebetulnya seseorang muslim yang meninggalkan Shalat Ashar ini ;

Bahwa Nabi Shallahu’alaihi wa sallam melalui sbda-sabdanya ; Hal seperti ini merupakan Shalat bagi orang-orang yang munafik..!, seseorang yang hanya duduk dengan hanya melihat-lihat Matahari sampai bila posisi matahari ada diantara 2 ujung tanduk Syaiton lalu dia melakukan Shalat 4 rokaat (shalat ashar) dengan terburu-buru, dan sama sekali tidak menyebutkan Asma Allah kecuali hanya sedikit saja (shahih, HR. abu dawud, No. 399 dan HR. An nasa’I, I/254).

Apabila didalam keuamaannya melakukan Shalat Wustha tepat diawal pada waktunya merupakan suatu jalan yang akan membahagiakan kita, sebaiknya disaat beranjak melakukan kewajiban melakasanakan Shalat Ashar seharusnya tepat diawal waktunya, alangkah baiknya untuk mensegerakan dengan meninggalkan semua kesibukan seberat apapun.

Bahwasanya kita sebagai manusia adalah, tergolong seseorang yang merugi. Maka penting sekali bagi kita orang muslim untuk memahami tentang apa itu shalat wustha, dan apabila teguran berupa ancaman yang akan dilemparkan oleh Allah ta’ala, khususnya terhadap seseorang yang sengaja meningalkan Shalat Ashar merupakan teguran atau ancaman yang sangat berbahaya.
Sumber inspirasi : menyikap 110 misteri alam kubur
Baiklah kiranya hanya sedikit pengetahun yang saya sampaikan disini, yaitu tentang memahami keutamaan tentang apa Makna dari Shalat Wustha, mudah-mudahan bermanfaat untuk semua.