Pengertian tentang maksiat telinga dan tangan

tentang maksiat telinga dan tangan
Pengertian maksiat telinga dan tangan - Kita sebagai umat manusia (muslim) seringkali menganggap remeh dengan dosa-dosa kecil disekitar kita, jujur saya pribadi pun demikian.


Sebagai umat yang selalu berinteraksi dengan sekitar tentunya kita sering mendengarkan pembicaraan seseorang ataupun tangan kita yang secara tidak sengaja dan hilaf melakukan hal-hal yang memicu dan menjurus kemaksiatan.

Adapun tentang maksiat yang datang dari telinga kita, yaitu dengan seringnya menguping pembicaraan seseorang ataupun orang-orang yang selalu menyimpan rahasia pembicaraannya, dan juga mendengarkan suara seruling, Thunbur (mirip Biola) atau dari jenis suara yang lain yang memang haram untuk didengarkan, contohnya : Umpatan, pembicaraan bohong, adu domba, menghasut dan lain-lain, sebagai mana dari sabda Nabi Saw :
"siapa saja orangnya yang secara sengaja menguping pembicaraan seseorang, padahal ia tidak menyukainya, kemudian serpihan-serpihan Timah akan disematkan kedalam telinganya dihari Kiamat nanti” (riwayat bukhari)
Adapun masih dari sabda Nabi Saw, yang artinya :
“ siapa saja orang yang selalu mendengar alat music dunia, bahwasanya dia tidak bisa mendengarkan bacaan-bacaan Ahli Qiraat disurga nanti”

Walaupun dengan sengaja mendengar umpatan-umpatan, Namimah atau hasutan dari semua hal pembicaraan-pembicaraan yang memang tidak diperbolehkan dalam agam kita, terkecuali jika mendengarkan suara-suara seperti itu sebab karena keterpaksaan dan ia membencinya, maka harus diingkarinya apabila memang sanggup.

Ulasan singkat ini mengenai bagaimana memahami pengertian pengertian tentang maksiat telinga, bahwasanya kita sebagai manusia biasa tidak akan pernah luput dari kesalahan, akan tetapi wajib juga bagi kita untuk bisa memahami dan mempelajari tentang faedah-faedah mengenai maksiat yang datang secara tidak sengaja maupun cara disengaja dari anggota tubuh kita.

Pengertian maksiat tangan
Memahami tentang maksiat tangan
Memahami apa yang telah diajarkan melalui ketetapanNya, sangat terasa kaku akan tetapi dengan belajar dan niat yang sungguh-sungguh, bahwasanya akan terasa sangat bermakna sekali saat dijalankan. Begitu juga memahami tentang maksiat yang datang dari ke 2 tangan kita. Bahwa maksiat yang asalnya melalui kedua tangan dapat berkurangnya Sukatan (timbangan dan ukuran didalm hal perdagangan), begitu juga dengan mencuri.

Seseorang yang mencuri wajib mendapatkan hukuman, yaitu dengan dipotongnya prgelangan tangan bagian kanan apabila hasil dari curiannya mencapai ¼ Dinar, atau yang sepadan dengan tiga belas koma empat puluh empat grm emas, lebih-lebih hasil yang dicurinya melalui tempat-tempat penyimpanan yang wajar. Kemudian jika samapi terulang lagi, lalu prgelangan bagian kaki kiri yang dipotong, jika sampai terulang kembali, maka tangan bagian kiri, seterusnya dan seterusnya jika ia mengulangnya kembali, naudzubillah

#Contoh pengertian maksiat menggunakan tangan
Banyak sekali maksiat-maksiat yang disebakan melalui kedua tangan, diantaranya :
  • Merebut sesuatu 
  • Merampas dan membegal 
  • Menggasab (menggunakan barang orang dengan cara memaksa) 
  • Pungutan pajak liar 
  • Berkhianat terhadap suatu benda yang semestinya dibagi-bagikan terhadap seseorang 
  • Dan membunuh
Melakukan pembunuhan itu, hukumnya Wajib Kifarat (sanksi bagi seorang yang melanggar terhadap hukum yang sudah ditetapkan oleh syariat) mutlak, yaitu membunuh secara sengaja atau seperti disengaja atau memang sebab keasalahan, secara instan atau dengan mengutus seseorang untuk melaksanakan pembunuhan, seumpama : melalui kesaksian yang tidak terbukti sehingga tersangka divonis hukum gantung dan juga bias melalui hukuman menanam Ranjau dan sebagainya.


Kemudian dengan kifaratnya, yaitu dengan membebaskan sekaligus memerdekakan seorang Hamba perempuan Mukmin. Namun jika memang tidak sanggup, lalu bisa dengan melakukan puasa selama 2 bulan tanpa henti.

Apabila membunuh dengan cara disengajanya, kemudian terjadi Kisas (sebuah hukuman yang ditetapkan Allah), terkecuali jika seseorang dan juga keluarganya dibunuh dan memaafkannya, dengan berupa persyaratan atau sama sekali tidak ada persyaratan.

Tentang membunuh sebab kesalahan-kesalahan atau yang terkesan ketidaksengajaan, kemudian melalui sanksi berupa dendaan yang mencapai seratus ekor unta, jika korbannya adalah seorang pria Muslim merdeka, dan apabila seorang perempuan Muslimah hanya denda berupa setengahnya dari seratus ekor unta tersebut.

Adapun melalui sifat dendamnya yang sangat berbeda-beda yang nantinya akan disepadankan dengan bagaimana cara dia membunuh. Maksiat tangan, bisa berupa melakukan pemukulan terhadap seseorang tanpa Hak, dan dia mendapatkan uang ataupun memeberikan uang untuk melakukan pemukulan tersebut, keduanya sama berdosa.

Bermain-main dengan mempergunakan alat-alat yang haram, contohnya seperti Thunbur (alat musik semacam biola), Terompet, Siter (kecapi), Seruling, dan rebab, atau dengan meraba-raba perempuan Anjabi (yang bukan Mahramnya) dengan cara disengajanya dan tanpa adanya sebuah penghalang dan juga sebuah penghalang yang dicampuri Syahwat, walau satu jenis dan juga Mahram.

Didalam Islam memang banyak sekali aturan-aturan mengenai hukum dan syariat, dimana syariat ataupun aturan yang terdapat didalamnya bisa menyebabkan seseorang menjadi berontak malah bisa mengakibatkan strees apabila tidak pernah dipelajari dengan sungguh-sungguh dan Ikhlas. Seringkali kita semua melalaikan kesalahan yang kita anggap spele, naah coba kita semua renungkan apa salahnya jika kita melukis mengenai hewan.

Bahwasanya menurut pandangan para Ulama, bahwa dengan melukis sebuah Gambar yang diharamkan yaitu berupa lukisan yang memiliki baying-bayang, mungkin bagi saya orang yang bodoh mengenai Agama, pastinya kurang bisa memahami, sedangkan kegiatan menggambar bukanlah merupakan sebuah tindak kejahatan, entah gambar tersebut merupakan gambar berbentuk ataupun merupakan yang tertulis diatas sebuah kertas.

Mempertahankan sebuah Zakat, dari kesemuanya atau juga dari sebagian yang sudah mendapatkan Wajib, atau sudah ada waktu atau berkesempatan mengeluarkan Zakat, misalkan pada saat mengeluarkan Zakat, melalui harta yang kurang, oleh sebab nilai sangat rendah ketimbang harta Zakat, dan juga memberikan Zakat terhadap seseorang yang bukan Mustahik (seseorang yang berhak mendapatkan Zakat), dan juga seorang juragan yang selalu mempertahankan gaji anak buahnya.

Menahan-nahan harta benda, padahal banyak sekali seseorang yang membutuhkannya, atau juga tidak melakukan pertolongan pada saat-saat seseorang yang tidak bisa berenang dan tenggelam, tanpa adanya alasan-alasan yang akurat dan benar terhadap dari ke 2 perkara-perkara diatas. Haram juga hukumnya menulis sebuah perkara-perkara yang diharamkan dari perkataan, oleh sebab disetiap bahasa yang ditulis merupakan sebuah gambaran dari sebuah lisan, adapun selain dengan berhianat, bahwasanya maksiat tangan bisa melalui seperti dibawah ini :
  • Berkhianat 
  • Melakukan antonym dari menasehati, baik melalui tindakan, perkataan ataupun melalui gerak-gerik. 

Demikianlah sedikit ulasan mengenai pengertian tentang maksiat telinga dan tangan ini, adapun kesalahan atau kekurangan didalam ulasan disini saya mohon maaf, mudah-mudahan artikel ini bermanfaat untuk semua.