Sejarah ikan kramat dari lokasi wisata cibulan kuningan jawa barat

Ikan paling kramat  - Kuningan jawa barat itu merupakan tempat yang banyak sekali menyimpan sejarah.
Sejarah ikan kramat
Kuningan jawa barat
Sejuknya angin yang menempa pohon-pohon tinggi nan besar yang tumbuh ditempat lokai wisata cibulan, tepatnya dibawah kaki puncak gunung cermai mampu membuat para pengunjung terbuai dengan kesejukan yang memberikan rasa nyaman serta memberikan rasa suka ria tersendiri apabila sudah menyaksikan banyaknya ikan-ikan kramat yang begitu akrab dengan semua para pengunjung yang datang.


Ikan yang begitu besar dengan memiliki kulit sisik yang sangat besar pula, serta bentuknya yang hampir mirip sama dengan ikan keberuntungan arwana ini sangat dipercaya masyarakat setempat bahwasanya ikan tersebut merupakan ikan kramat atau ikan dewa, jika warga setempat menyebutnya.

Tidak heran jika warga setempat menyebutnya sebagai ikan kramat, ikan ini disebut juga sebagai ikan kancra putih bila orang-orang setempat menyebutnya.

Ikan kramat ini cenderung selalu bergerombol entah bersama anak-anaknya atau para sahabatnya, yang pasti ikan tersebut sudah menghuni sampai ratusan tahun lamanya dikolam cibulan ini, walau ikan itu dijuluki sebagai ikan dewa, namun bukan berarti ikan itu tidak bisa mati, bahkan setiap satu tahun sekali ikan kramat tersebut pasti ada yang mati, ujar penuturan salah seorang kuncen dari sumur 7 ditempat lokasi itu.


Seperti yang anda lihat dalam tayangan video diatas ini, bahwasanya ikan-ikan kramat ini bentuk maupun rupanya hanya mirip dengan sebuah ikan kancra, walau pada kenyataannya bukan kancra, selain dari kesamaan dengan kancra, ikan dewa ini tidak memiliki kesamaan dengan ikan lain pada umumnya. 

#Ikan kramat di cibulan
  • Ikan yang disebut sebagai ikan dewa ini, konon katanya tidak akan bertahan hidup jika ikan tersebut tidak diairi dari air kola yang berada dilokasi cibulan, maka ada sebagian orang yang menyimpulkan bahwa ikan itu adalah sejenis ikan Tambra.
  • Jika dilihat dari sudut karakter ikan kramat ini tida bisa hidup disebuah air yang keruh atau air mati {tidak mengalir}, dan juga tanpa adanya sebuah tempat yang bisa menciptakan keasrian dan kerindangan, maka ikan kramat ini sudah tidak bisa dipindahkan dari tempat tersebut, apalagi jika sampai ada seseorang yang mencurinya, maka orang tersebut akan mengalami musibah atau dilanda sakit berkepanjangan. 
#Sejarah ikan kramat
  • Bagi masyarakat setempat, tentang munculnya keberadaan ikan kramat ada keterkaitannya dengan salah seorang Aki gedeng padara, yaitu salah seorang yang selalu melakukan pertapaannya yang sangat terkenal kanuragannya yang begitu tinggi dan seorang petua dari desa setempat. Pada saat itu masyarakat setempat membutuhkan adanya sumber air, kemudian ki gede melakukan pertapaan danmenanamkan sebuah Keris disebuah bukit yang belum tercemar dan masih sangat asri dan juga rimbun tepatnya di gunung cermai.
  • Pada saat pertapan sedang berjalan, terdengar gemuruh yang sangat keras, tanah-tanah berguguran, maka dinamakanlah nama desa itu menjadi desa cigugur. Melalui akar pepohonan mengeluarkan air dan kemudian ditampungnya dan dijadikan sebagai kolam yang terus mengalir kebagian wilayah dusun deta tersebut.
  • Tidak lama kemudian ki gede mendapatkan seekor ikan besar yang dinamakan ikan kancra putih yang ia dapatkan dari ke 3 sungai yaitu , sungai cisanggarung, di kuningan, sungai cijolang, diperbatasan jawa barat dan jawa tengah, dan sungai cilutung yang terdapat di majalengka, yang kemudian ikan tersebut dipelihara dan dilepaskan di sebuah kolam di cigugur.
  • Kemudian ki gede memberikan amanahnya kesemua masyarakat supaya tidak mengusik keberadaan ikan itu demia kelangsungan anak dan cucu-cucu mereka. Menurut sebuah sumber dan juga kalangan masyarakat, ki gede merupakan salah seorang yang memiliki kanuragan yang tidak ada tandingannya, sampai-sampai dari kesaktiannya itu, ada beberapa anggota bagian tubuhnya bagian dalam bisa ia perlihatkan dengan pandangan mata dari luar anggota badannya, beliau merupakan seorang tokoh yang sangat disegani dari dusun cigugur.
  • Waktu terus berjalan, sehingga disaat usianya yang semakin tua, beliau mengalami sakit dan mengatakan ingin secepatnya meninggalkan dunia sama seperti manusia pada umumnya, dan beritanya sampai terdengar oleh syekh maulana syarif hidayatullah begitu juga dengan sunan gunung jati cirebon.
  • Semua orang terheran-heran dengan kesaktian yang dimiliki ki gede, tidak terkecuali sunan gunung jati dan juga syekh maulana syarif hidayatullah, bahkan kedua orang ini kagum melihat jernihnya tubuh bagian dalam ki gede yang begitu teramat sakti dan kahirnya sunan gunung jati pun menyanggupinya aya yang menjadi keinginan dari ki gede, yaitu mati dalam keadaan wajar tanpa memberatkan syakratulnya.
  • Pada akhirnya ki gede yang terbilang sangat memiliki kesaktian yang begitu tinggi menuruti apa perintah dari sunan gunung jati, yaitu untuk mengucapkan dua kalimat syahadat, akan tetapi pada saat ki gede mengucapkan satu kalimat syahadat, lalu tubuhnya hilang dari pandangan mata, Ngahiang atau Tilem, itu kata-kata yang leuar dari semua masyarakat  dusun cigugur.
  • Pada saat kejadian itu, islam sedang gencar-gencarnya disebarkan oleh para Wali dicirebon, maka sesampainya di kuningan semua para Wali mendapatkan temuan mata air, tepatnya yaitu di lokasi wisata cibulan, kira-kira hanya 10 Km dari utara dusun cigugur. Kemudian semua Wali menamakannya ikan itu dengan sebutan ikan Kancra bodas (putih). Ikan tersebut dibawanya langsung ke cibulan  dari dusun cigugur oleh sunan gunung jati setelah ikan tersebut sudah berkembang biak terlebih dahulu di dusun cigugur.
Demikianlah ulasan singkat mengenai sejarah ikan kramat yang ada di lokasi wisata cibulan kuningan jawa barat ini, mudah-mudahan bisa menambah wawasan mengenai sejarah awal mula adanya ikan kramat yang terdapat di cibulan.