Pengertian tentang makna "Happy Birthday" hari ulang tahun dalam islam

Pengertian tentang makna "Happy Birthday"
Sumber : http://www.freeimages.com/
Makna "Happy Birthday" dalam islam - Hari ulang tahun, atau sweet seventeen jika anak-anak jaman sekarang menyebutnya, bahwa hari-hari tersebut merupakan salah satu momen yang dinanti-nantikan oleh banyak orang, khususnya kalangan remaja.


Momen tersebut merupakan suatu ajakan untuk selalu mengingat jauh kebelakang, kapan saat-saat kita terlahir kemuka bumi, dan kapan pada saat-saat seseorang masih dalam pelukan dan buaian orang tua serta bermain bersama teman-teman sejawat. Pada saat hari-hari itu datang kembali, manusia pun mulai menghitung kembali tahun-tahun yang sudah dilaluinya semasa didunia.

Ulang tahun 'happy birthday' seakan-akan menjadi hari paling utama, sedangkan ada yang melebihi pentingnya bahkan wajib dilakukan mereka melupakannya. Jika kita telaah bersama, ulang tahun hanya melakukan peniupan lilin, dan nyanyi bersama. Hari itu adalah sebuah hari dimana bertambahnya usia sekaligus berkurangnya usia, namun dengan demikian masih banyak yang mendambakannya, bahkan rela mengeluarkan biaya banyak hanya untuk memperingati "berkurangnya usia".


#Ulang tahun bukanlah suatu ketaatan
Dalam Islam, meperingati hari ulang tahun itu bukanlah suatu perbuatan amal atau ketaatan mengenai perkara didalam menjalankan kewajiban-Nya dan menghindar dari semua larangan-Nya. Maka jika kita mau merenungkannya dengan hati dan penuh kedewasaan, ulang tahun ialah suatu hal yang menyedihkan yang harus direnungi oleh setiap orang, pasalnya mengenai perubahan-perubahan apa saja yang kita dapatkan selama hidup didunia yang teramat fana ini.


Didalam sebuah amal sholeh, tentunya tidak ada kaitannya dengan apa yang dicontohkan, atau sebaliknya tidak ada contohnya. Seperti halnya yang sudah dilakukan Rasulluloh SAW atau para salafus sholeh. Mengenai perkara yang baru didalam amal sholeh, selama tidak bertentangan dengan Al-quran dan hadits, maka hal tersebut masih dikatakan perkara yang baik. Sebetulnya merayakan ulang tahun tidak harus dengan berlebih-lebihan, bahwasanya hari itu adalah dimana hari setiap manusia berintrospeksi diri, mengenai hal apa saja yang sudah dilakukannya.

Jika menurut islam, merayakan hari ulang tahun tidaklah wajib menonjolkan kemewahan, glamor, atau diisinya dengan party bersama kawan. Akan tetapi cukup dengan mengadakan slametan atau sekedar makan bersama keluarga dirumah, dan juga berkumpul bersama rekan kerja untuk menguatkan tali silaturahmi serta saling menebar salam bersama saudara-saudara muslim. Maka dengan cara seperti itulah yang seringkali dicontohkan oleh salah seorang yang menjadi panutan bagi semua umat muslim didunia.


#Hari ulang tahun Rasulluloh Saw
Pada hakikatnya kita hanya manusia biasa yang banyak sekali berlumur dosa, yang menjadi pertanyaan, pentingkah bagi kita semua merayakan happy birthday (hari ulang tahun) secara berlebihan?. Sedangkan manusia paling mulia dan tidak ada noda dosa sedikitpun merayakan ulang tahunnya cukup dengan menganjurkan semua orang muslim untuk selalu bershalawat saja. lalu siapakah manusia paling mulia dan menjadi salah satu panutan bagi semua umat didunia, tidak lain yaitu Nabi Muhammad Saw.

Kita tentunya bertanya-tanya, bukankah beliau sudah wafat. Memang benar beliau sudah tiada, namun, seringkali orang-orang yang kita kasihi, sayangi dan dicintai yang sudah meninggal dunia kita selalu memperingatinya meskipun dengan cara-cara yang tidak logis dan jauh dari syar'i. Semua itu dilakukan untuk sekedar mengingat jasa-jasanya atau jiwa sauri tauladannya yang tidak ada bandingannya ketimbang manusia pada umumnya.

#Melalui hadits Qudsi, Allah telah berfirman :
  • "Pada saat hamba-hambaku sudah berumur 40 tahun, maka Aku membebaskan dia dari tiga jenis penyakit, albino, kusta dan gila. Apabila diusianya mencapai 50 tahun, jika meninggal, maka Aku akan menghisab dia dengan sangat mudah sekali. Usia 60, Aku akan membuatnya dia mencitai taubat, setelah usianya 70 tahun, maka akan Aku suruh para Malaikat mencintainya, usia 80, Aku akan menuliskan tentang amal sholeh kebaikannya, lalu Aku buang keburukannya." 
  • "Pada usia 90 tahun, semua Malaikat mulai berbicara : mereka ialah tawanan-tawanan Allah semasa di bumi-Nya, kemudian Allah akan memberikan ampunan dari segala dosa dimasa lalu atau yang akan datang, serta akan memberikan safaat untuk semua keluarga mereka".
Hadits diatas ini merupakan hadits sahih, sebagaimana Rasulluloh telah menganjurkan kepada semua umat muslim, bahwa sifat ketualadanannya itu tidak pernah berlebih-lebihan. Rasulluloh menginginkan hari kelahirannya itu hanya cukup dengan membaca shalawat saja, yaitu :
"Allahuma sholli-ala Muhammad wa'ala ali Muhammad", sebanyak mungkin dan seberapa cintanya kita terhadap beliau. Dan sebetulnya melalui bacaan sahalawat itu, bukan semata-mata untuk kepentingan beliau saja, akan tetapi keberkahan serta kebaikannya juga untuk yang membacakan shalwat itu sendiri.

#Selamat ulang tahun semoga panjang umur 
Sudah menjadi khalayak umum, jika pada perayaan hari ulang tahun terdengar kalimat "semoga panjang umur". Namun jika dilihat melalui filsafat, panjang umur sebetulnya terdapat 2 arti, yaitu :
  • Pertama adalah panjang umur yang diartikan dengan benar dan secara matematis, dengan contoh : umur 100 tahun, didalam pengertiannya, bahwa perbandingan adalah dengan mereka yang mempunyai usia yang relative pendek. 
  • Pengertian yang ke 2, akan cenderung terhadap hakekat seseorang, dengan cara apa, dan sudah seberapa banyakah manusia mengisi usianya dengan macam-macam kebaikan amal sholeh, dan kebaikan yang mampu memberikan Kemaslahatan bagi semua umat.

Kiranya hanya sedikit ulasan mengenai pengertian tentang makna "Happy Birthday" hari ulang tahun dalam islam ini yang bisa saya suguhkan kehadapan sobat semua, mudah-mudahan bermanfaat. Akan lebih bermanfaat lagi jika anda bersedia share melalui media sosial dibawah, terimakasih.