Prosedur galian, penurunan pipa dan penimbunan galian pekerjaan pemasangan pipa

Prosedur galian dan penurunan pipa - Didalam pengerjaan hal seperti ini, sangat pentingnya untuk memahami prosedur sebelum pekerjaan dilaksanakan. Baik bentuk galian, penurunan, penimbunan galian pipa sekaligus tentang pemasangan pipa.
Seperti apa yang telah bahas pada uraian-uraian sebelumnya, setiap pelaksanaan pekerjaan akan dilampirkan mengenai prosedur yang sesuai dengan jenis bentuk pekerjaan itu sendiri, adapun prosedur menganai pekerjaan ini akan ada kesamaan dengan prosedur-prosedur sebelumnya. Dan berikut inilah prosedur mengenai pekerjaan galian, pemasangan pipa, penimbunan atau yang terkait disini, diantaranya :
pekerjaan pemasangan pipa
Prosedur Pemasangan Pipa

1. Tujuan dan ruang lingkup 
- Tujuan.
Memberikan pedoman yang umum tentang pekerjaan penggalian, penurunan pipa, dan penimbunan kembali pada konstruksi pipa baja untuk sistem jaringan pipa distribusi gas bumi pada proyek penyaluran gas ke calon pelanggan termasuk fasilitas, barang maupun peralatan yang terkait.

- Ruang lingkup.
Dokumen-dokumen ini meliputi persyaratan-persyaratan minimal pekerjaan penggalian, penurunan pipa maupun penimbunan kembali yang meliputi pekerjaan persiapan, pelaksanaan penggalian, persyaratan kedalaman dan lebar dari Galian pada konstruksi pipa baja untuk sistem jaringan pipa distribusi gas bumi dan fasilitas penunjangnya.

2. Singkatan atau definisi
Definisi kata-kata yang digunakan dalam prosedur ini adalah sebagai berikut :
  • Purchaser / Employer: Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk. Selaku Pemilik dan pengguna akhir proyek. 
  • Project : Proyek Peyaluran gas ke calon pelanggan termasuk fasilitas, barang maupun peralatan yang terkait. 
  • Kontractor : Perusahaan atau badan yang ditunjuk oleh PGN untuk melaksanakan semua pekerjaan di Proyek Peyaluran gas ke calon pelanggan termasuk fasilitas, barang maupun peralatan yang terkait. 
  • Vendor atau supplier : Perusahaan atau badan yang menyediakan material, peralatan, dokumen/gambar teknis dan service untuk melaksanakan pekerjaan yang ditentukan oleh Employer
  • Migas : Badan Negara Pengatur Hulu Minyak dan Gas Bumi yang berwenang untuk mengeluarkan ijin dan lisensi untuk fasilitas minyak dan gas bumi. 
  • Galian : Adalah lubang yang akan digunakan untuk peletakan dan penimbunan pipa. 
  • Penurunan pipa : Adalah peletakan pipa kedalam galian yang tersedia dan siap untuk dilakukan penimbunan. 
  • Penimbunan galian :  Adalah pengisian kembali galian pipa secara permanen dengan tanah atau material lainnya setelah pipa diturunkan ke dalam galian 
  • Fasilitas penunjang : Adalah semua peralatan dan instrumen yang menunjang pengoperasian gas diluar jaringan pipa, meliputi antara lain namun tidak terbatas pada : 
  1. Stasiun Kompresor 
  2. Stasiun Penerima dan Pembagi 
  3. MR/S, RS, MS 
  4. SCADA
3. Referensi :
Referensi harus dilakukan merujuk kepada kode, standard dan spesifikasi edisi yang terbaru sebagai berikut :
  • ASME B31.8 Gas Transmission and Distribution Piping System 
  • GE/TD/3, 1992, recommendation on Transmission and Distribution Practice; Distribution Mains. The Institution of Gas Engineers, London UK. 
  • Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi Nomor 300.K/38/M.PE/1997 tentang Keselamatan Kerja Pipa Penyalur Minyak dan Gas Bumi. 
  • Dokumen Prosedur Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Pengelolaan Lingkungan (K3PL)
4. Ketentuan-ketentuan umum
  • Kedalaman dan lebar galian pipa tergantung dari ketersediaan lahan, tekanan desain, faktor desain, jenis dan diameter pipa serta klasifikasi lokasi yang akan dilalui. 
  • Pelaksanaan penggalian harus pada jalur yang telah ditetapkan pada saat survei konstruksi. 
  • Pemilihan jenis peralatan yang digunakan untuk melakukan penggalian harus memperhatikan kondisi lapangan dan jenis pipa yang akan dipasang. 
  • Setiap pekerjaan penggalian yang akan melewati jalan-jalan perumahan, pintu masuk ke properti milik pribadi ataupun jalan akses lainnya, pemilik harus diberitahukan paling tidak selama 24 jam dan tidak lebih dari 2 x 24 jam sebelum pekerjaan tersebut dilaksanakan. 
  • Penggunaan jalan masuk, pintu masuk ataupun jalan akses milik pribadi (Instansi atau perorangan), untuk kondisi apapun, tidak diperbolehkan tanpa memperoleh izin tertulis terlebih dahulu dari pemiliknya. 
  • Penggalian yang melalui sebuah sungai, selokan, jalur irigasi, anak sungai, saluran air, dsb, tidak boleh menghambat aliran arus air didalamnya. 
  • Kegiatan pekerjaan yang antara lain meliputi persiapan, pelaksanaan dan penyelesaian harus mengacu pada prosedur – prosedur Keselamatan, Kesehatan kerja dan Lingkungan.
5. Persiapan penggalian
Penggalian tidak boleh dilakukan pada atau dekat lokasi utilitas bawah tanah tanpa terlebih dahulu menetukan lokasi semua utilitas bawah tanah yang mungkin terpengaruh oleh penggalian. Persiapan sebelum penggalian meliputi :
  1. Menetapkan tujuan penggalian 
  2. Mengidentifikasi lokasi penggalian 
  3. Mengidentifikasi lokasi utilitas bawah tanah dan menandainya untuk mencegah kerusakan yang disebabkan oleh penggalian atau gangguan-gangguan tanah lainnya. 
  4. Memiliki semua ijin dari pihak yang terkait 
  5. Memberitahukan kepada pemilik rumah atau kegiatan bisnis bahwa fasilitasnya mungkin akan terkena imbas penggalian. 
  6. Menyediakan fasilitas pengendali lalu lintas seperti tanda-tanda lalu lintas, barikade dan fasilitas lain yang disyaratkan, Marker dan Aksesoris dan / atau peraturan-peraturan instansi terkait. 
  7. Menyediakan semua material, peralatan dan sumber daya manusia yang diperlukan untuk penggalian. 
  8. Melakukan observasi terhadap kondisi tanah sesuai dengan ketentuan PGN.
- Pelaksanaan penggalian :
  • Keselamatan masyarakat umum dan pekerja harus dijamin dan kelancaran arus lalu lintas harus dipertahankan selama proses penggalian, yaitu dengan cara menempatkan tanda-tanda peringatan yang sesuai. 
  • Excavator dapat digunakan untuk pekerjaan penggalian. Namun pada lokasi-lokasi yang tidak memungkinkan menggunakan excavator, penggalian harus dilakukan secara manual. 
  • Tanah galian harus ditangani secara baik sehingga tidak mengganggu kegiatan lain disekitar lokasi penggalian. 
  • Kerusakan pada pohon, pagar atau fasilitas lain akibat penggalian harus seminimal mungkin. 
  • Selama kegiatan penggalian berlangsung, jarak aman antara utilitas bawah tanah dan peralatan kerja (excavator, peralatan manual) harus dijaga untuk menghindari kerusakan terhadap utilitas yang ada. 
  • Jika diperlukan, persiapkan fasilitas penunjang untuk melindungi utilitas bawah tanah yang ada pada atau dekat lokasi konstruksi selama penggalian. 
  • Panjang galian yang terbuka selama 1 x 24 jam harus dibatasi maksimal 100 m atau sesuai dengan ijin yang diberikan oleh instansi terkait dan memenuhi semua persyaratan keselamatan kerja. 
  • Di sekitar galian yang terbuka harus dipasang barikade untuk menghindari terjadinya bahaya kecelakaan bagi orang yang melintasi lokasi tersebut. 
  • Untuk daerah yang rawan longsor, pada sisi galian harus diperkeras atau dipasangi penahan agar tidak longsor. Metode yang digunakan harus sesuai dengan persyaratan teknis yang berlaku.
- Lebar dan kedalaman galian
Lebar galian pada setiap titik harus cukup memberikan ruang untuk :
  • a). Penurunan pipa ke dalam galian. 
  • b). Penyambungan pipa di dalam galian, jika diperlukan. 
  • c). Penimbunan dan pemadatan tanah pada bagian sisi kanan dan kiri pipa. 
  • Lebar minimum dasar galian adalah selebar diameter luar pipa ditambah 30 cm. lebar tersebut harus dibagi rata antara dua sisi pipa. 
  • Jika diperlukan pelindung beton pada kedua sisi dinding galian, lebar minimum galian harus ditambah sebesar 60 cm di luar diameter pipa. Lebar tambahan tersebut harus dibagi rata antara dua sisi pipa. 
  • Kedalaman pipa Galian adalah 150 cm dari permukaan atas pipa. Jika pipa akan dipasang di bawah jalan raya utama maka kedalaman minimal galian adalah 200 cm dari permukaan atas pipa. 
  • Jika persyaratan kedalaman minimum tidak dapat dipenuhi karena substruktur yang telah terpasang atau jika beban dari luar sangat besar, pipa harus dilindungi untuk mampu menahan beban tersebut dengan menambah kekuatannya secara memadai sesuai dengan persetujuan PGN. 
  • Jika pipa akan dipasang di lokasi dimana akan ada pekerjaan pembuatan saluran air di masa yang akan datang, perlu dipertimbangkan untuk menambah kedalaman galian. 
  • Penggalian pada area yang diperkirakan merupakan lokasi yang keras (daerah yang berbatu-batu) sebisa mungkin harus dihindari.
- Dasar galian
  1. Dasar galian harus diratakan dan harus bersih dari akar tanaman, kayu, batu, bahan-bahan dari logam, gundukan tanah atau material lain yang bisa merusak pipa atau coating-nya. Seluruh galian harus diperiksa sebelum pipa diturunkan. 
  2. Pada daerah berbatu atau dimana dasar galian bisa menyebabkan kerusakan pipa atau coating-nya, kedalaman galian ditambah sebesar 150 mm dan ke dalam dasar galian tersebut harus ditambahkan pasir. 
  3. Sebelum pemasangan pipa, kondisi galian harus bebas dari genangan air. 

- Material Penggalian
  1. Material yang berasal dari permukaan harus dipisahkan dengan sub-soil (tanah bagian dalam). 
  2. Jika tanah galian ditumpuk di dalam saluran air, saluran harus tetap disediakan untuk mengalirnya air permukaan. Jika kondisi mengizinkan, tanah harus ditumpuk sebagai pembatas yang melindungi lokasi pekerjaan dari lalu lintas. 
  3. Pada semua kasus, material galian harus ditumpuk sehingga tidak mengganggu kenyamanan pejalan kaki dan lalu lintas kendaraan yang lewat. 
- Perbaikan terhadap kerusakan utilitas lain
  1. Jika proses penggalian menyebabkan kerusakan pada utilitas bawah tanah, maka pemilik utilitas harus segera dihubungi dan dijelaskan lokasi serta kondisi kerusakannya. Perbaikan sementara harus dapat segera dilakukan. 
  2. Jika kerusakan pada utilitas bawah tanah tersebut menyebabkan semburan gas yang mudah terbakar atau beracun, segera temukan titik kerusakan tersebut, hubungi operator utilitas, polisi dan dinas pemadam kebakaran setempat. 
  3. Kerusakan tersebut harus diperbaiki sebelum penggalian atau pengurugan pada daerah tersebut dilanjutkan. 
6. Keselamatan, kesehatan kerja maupun lingkungan
Berkaitan dengan safety, maka setiap pekerjaan harus memenuhi persyaratan keselamatan, kesehatan kerja & lingkungan serta melakukan analisa keselamatan pekerjaan sebelum pekerjaan dimulai. Supervisor bertanggung jawab atas K3L selama pekerjaan berlangsung

  • Pastikan SIK (Surat Ijin Kerja) dan Job Safety Analysis (JSA) telah disetujui oleh PGN. 
  • Pastikan bahaya di tempat kerja dan pekerjaan telah di kendalikan, 
  • Peralatan keselamatan pekerjaan telah dipasang sesuai dengan hasil analisa identifikasi bahaya, 
  • Lakukan pemeriksaan terhadap peralatan guna memastikan peralatan dalam kondisi aman untuk digunakan atau dioperasikan, 
  • Pastikan setiap bahan kimia dan bahan beracun berbahaya (B3) memiliki MSDS. 
  • 6. Pastikan rambu-rambu telah dipasang sesuai dengan bahaya dan benar penempatannya, 
  • Lakukan persiapan, pelaksanaan dan penyelesaian pekerjaan sesuai dengan persyaratan Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lingkungan, 
  • Pastikan APD (Alat Pelindung Diri) telah sesuai dan telah digunakan oleh pekerja sesuai dengan pekerjaannya, 
  • Lakukan toolbox meeting sebelum aktivitas dimulai, 
  • Lakukan pekerjaan sesuai dengan prosedur kerja, 
  • Pastikan tempat kerja telah bersih dari bahan-bahan / material sisa pekerjaan
Penurunan pipa/ Lowering
1. Ketentuan yang umum 
  1. Sebelum pekerjaan dimulai, Kontraktor harus membuat prosedur penurunan pipa yang disetujui oleh PGN. 
  2. Jika pipa tersambung di sepanjang sisi galian akan diturunkan, harus dilakukan pemeriksaan untuk menghindari adanya regangan yang mungkin menimbulkan tegangan berlebihan atau menimbulkan lengkungan pada pipa atau menyebabkan tegangan berlebihan. 
  3. Pipa yang akan diturunkan harus sudah lulus dari pemeriksaan holiday test. 
  4. Keselamatan, kesehatan kerja dan lingkungan pada pekerjaan ini harus mengacu pada Prosedur - prosedur Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lingkungan (K3L) 
2. Persiapan
  1. Sebelum pelaksanaan penurunan pipa ke dalam galian dilakukan, pastikan bahwa pipa dan sambungan dalam kondisi baik dan secara teknis siap untuk diturunkan. 
  2. Periksa semua peralatan dan tenaga pelaksanaannya apakah telah tersedia, sesuai dan memenuhi persyaratan. 
3. Peletakan/penurunan pipa
  1. Sebelum penurunan pipa, semua coating harus di periksa dengan Holiday detector. Apabila terdapat kerusakan coating harus segera diperbaiki. 
  2. Sebelum penurunan pipa ke dalam galian pipa, semua batu, segala jenis logam dan benda keras serta pecahan-pecahan benda asing harus dikeluarkan dari galian pipa. 
  3. Dalam galian pipa di area berbatu dan lokasi-lokasi lain dimana material asli bisa merusak pipa, maka harus dimasukkan pasir halus kedalam dasar galian pipa untuk menyokong pipa dengan ketinggian minimal 150 mm di atas dasar galian pipa sebelum pipa diturunkan. 
  4. Dasar dari galian harus mempunyai stabilitas yang memadai, tetap kering dan bebas dari material yang dapat merusak pipa atau menyebabkan topangan terhadap pipa menjadi tidak stabil. 
  5. Pipa yang akan diturunkan, harus sesuai dengan profil galian. Untuk menyesuaikan dengan bentuk galian tidak boleh menggunakan kekuatan eksternal. Pipa yang tidak sesuai dengan bentuk galian harus dikeluarkan atau galiannya diperbaiki lagi sehingga diperoleh profil dan kedalaman yang sesuai. 
  6. Coupling bands, fittings dan produk sejenis harus ditangani secara hati-hati, menggunakan peralatan dan tali pengikat yang benar. 
  7. Tidak diperkenankan menyeret, melemparkan atau menggulingkan pipa ke dalam galian pipa. 
  8. Untuk mencegah kerusakan pipa dan coating, penurunan pipa ke dalam galian harus menggunakan peralatan yang sesuai. Belt yang non-abrasif atau cradles yang sesuai harus digunakan. Pada saat menurunkan pipa, kedalaman dan profil pipa harus dicatat. 
  9. Pipa diturunkan ke dalam galian pipa secara manual atau dengan menggunakan peralatan, tergantung dari ukuran pipa dan kondisi galian pipa. 
  10. Semua pipa dan kelengkapannya harus diinspeksi apakah ada kerusakan setelah diturunkan ke dalam galian pipa sebelum dilakukan penimbunan. 
  11. Ujung pipa yang tebuka di dalam galian pipa harus ditutup rapat, contohnya menggunakan pipe cap untuk mencegah masuknya binatang, benda asing atau air. 
  12. Setelah pipa diturunkan ke dalam galian pipa secara baik dilakukan penimbunan galian kembali dan dipadatkan. 
#Penimbunan Galian (Backfilling)
1. Ketentuan Umum
  1. Penimbunan galian harus dilakukan dengan memberikan topangan yang memadai terhadap pipa. 
  2. Material yang digunakan untuk penimbunan harus bebas dari batuan atau partikel keras lainnya yang dapat merusak coating pipa. 
  3. Prosedur keselamatan dan kesehatan pekerjaan penimbunan harus mengacu pada Dokumen Prosedur Keselamatan, Kesehatan Kerja dan penegelolaan Lingkungan (K3PL). 
2. Persiapan
  • Pastikan pipa dan sambungan berada dalam kondisi yang baik, perlu diperhatikan jenis material penimbun galian yang akan digunakan harus sesuai dengan kondisi galian. 
3. Penimbunan Galian
  1. Penimbunan pipa harus diselesaikan sesegera mungkin setelah proses penurunan pipa ke dalam galian serta tidak terdapat kerusakan pada pipa. 
  2. Lapisan dasar dengan ketebalan sampai dengan 150 mm diatas pipa harus diberikan dengan menggunakan material timbunan yang tidak menyebabkan kerusakan pada coating. Diperlukan kehati-hatian untuk mencegah kerusakan coating pipa saat memasukkan material dasar di sekitar pipa dengan menggunakan clamshell bucket, front end loaders dan backhoe dan dipadatkan dengan cara manual. 
  3. Material bagian dasar menggunakan material yang berasal dari galian jalur pipa dan lingkungan sekitarnya, di luar milik perorangan, dengan cara dipilih dan dihaluskan jika diperlukan. 
  4. Apabila pengisian lapisan dasar telah dilakukan maka penutup akhir harus diisi dengan materil asli dari galian atau sesuai dengan ketentuan dari instansi terkait. Tidak boleh ada batu yang berukuran lebih besar dari pada 100 mm dalam jarak 300 mm dari pipa. 
  5. Pita pengenal (marker tape) dipasang ± 50 cm dari permukaan atas pipa. 
  6. Tanah lapisan atas dari galian dimasukkan/ ditimbunkan, sehingga daerah tersebut sedapat mungkin dikembalikan menyerupai aslinya. 
  7. Galian yang belum dipadatkan harus ditandai dengan rambu keselamatan dan fencing ataupun pagar pembatas lainnya. 
4. Keselamatan :
Untuk keselamatan dalam hal penimbunan galian ini sama seperti yang sudah diuraikan yang terlampir pada nomor enam diatas.

Nama Badan Usaha : PT. Mandiri Langgeng Utama
SYAHRUL, email : syahrul@mla.co.id

Demikianlah kiranya sedikit ulasan mengenai prosedur galian, penurunan pipa dan penimbunan galian pekerjaan pemasangan pipa, selamat bekerja.