Tatacara menjalankan ibadah puasa yang benar menurut Islam

Tatacara menjalankan ibadah puasa yang benar menurut Islam - Menjalankan ibadah saum ini harus dilakukan sehari penuh, serta harus diiringi rasa ikhlas dan sabar, berpuasa di bulan ramadhan bukan hanya menahan lapar dan haus saja, akan tetapi semua tubuh kita pun harus ikut berpuasa.
Sangat diwajibkan shaum atau berpuasa di bulan Ramadhan menurut islam atau untuk semua umat muslim yang sudah dewasa (Baliq dan berakal). Namun bagi wanita haid atau nifas, tidak sah berpuasa dan mereka wajib mengqadhanya nanti setelah Ramadhan.
puasa-yang-benar-menurut-Islam-017.jpg
Diperbolehkan juga untuk seseorang yang bepergian jauh dan perjalanan qashar "yaitu dua pondokan atau 16 farsakh atau setara dengan 48 mil atau 76,8 Km". Meskipun ia tidak merasa berat puasanya, begitu juga diperbolehkan membatalkan puasa bagi orang yang sakit, hamil dan menyusui. Jika mereka merasa berat dengan shaumnya itu, kemudian kewajiban mereka yang batal tersebut harus mengqadhanya nanti.
puasa-yang-benar-menurut-Islam-2017.jpg


#Inilah tatacara menjalankan ibadah shaum atau puasa yang benar menurut Islam.
puasa-yang-benar-menurut-Islam-1.jpg
Kewajiban bagi setiap orang yang shaum, ialah niat setiap malam dan menentukan maksud shaumnya, misalnya seperti Ramadhan atau nazar, sunat hari Arfah dan sebagainya. Niat itu harus dilaksanakan pada setiap hari shaum. Dan wajibkan untuk menahan nafsu dari jima, sengaja mengeluarkan air mani (masturbasi), sengaja muntah dan menjaga diri dari murtad.

Diwajibkan selalu menjaga masuknya sesuatu barang kedalam lubang semua anggota badan, terkecuali menelan ludahnya sendiri yang benar-benar murni, suci dan keluar dari sumbernya, yaitu tidak lain adalah mulutnya sendiri.
Wajib, bahkan sangat disyaratkan tidak sakit gila meskipun sesaat, tidak dalam keadaan pingsan ayan atau mabuk sehari suntuk, terkecuali kalau sebentar.
puasa-yang-benar-menurut-Islam-11.jpg
Tidak sah berpuasa pada dua hari raya, hari tasyriq, pertengahan akhir bulan Sya'ban, hari syak (ragu, yaitu tanggal 30 Sya'ban yang tersebar berita bahwa hari itu adalah tanggal 1 bulan Ramadhan atau bulan terbit tetapi orang yang melihatnya tidak jelas atau berita itu diperoleh dari anak-anak).

Baca juga : 
Pemahaman tentang jual beli yang dilarang dalam islam

Kecuali bagi orang yang menggabungkannya dengan shaum pada hari sebelum hari syak itu, (misalnya, bagi orang yang bernazar, berpuasa setiap bulan pada tanggal 20-30 dan 1 bulan berikutnya dan sebagainya), atau karena mengqadha shaum bulan Ramadhan yang lalu atau karena nazar, atau karena membiasakan diri ber-puasa (pada hari senin dan kamis, dan kebetulan tanggal 30 Sya'ban itu hari senin dan kamis).
puasa-yang-benar-menurut-Islam-111.jpg

Barang siapa yang merusak atau membatalkan shaum pada bulan Ramadhan lalu batalnya itu karena jima' serta tanpa rukhshah (kemurahan), maka baginya dosa besar dan wajib mengqadhanya dengan segera, "yaitu sesudah hari Raya Fithri " dan membayar kifarat 'Uzhma besar, "yaitu dengan memerdekakan hamba sahaya yang mukmin atau bershaum dua bulan terus-menerus". Bilamana tidak mampu, dengan memberi makan 60 orang miskin dengan makanan pokok masing-masing satu mud atau = 5/6 liter.

Sumber : Kitab Sulumut Taufik
Demikian sedikit ulasan mengenai tatacara menjalankan ibadah puasa yang benar menurut Islam ini, mudah-mudahan bermanfaat.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »