Perumpamaan (Tamsil) dari si tukang cukur

Tamsil dari si tukang cukur - Ada seorang konsumen mendatangi tukang cukur yang sudah sekian lama menjadi langganan cukur rambut. Tukang cukur mulai mengerjakan aktifitasnya yaitu memotong rambut pelanggannya sembari ngobrol-ngobrol hingga pada obrolannya itu sampailah pada pembicaraan mengenai Allah.
Tidak lama kemudian tercetuslah si tukang cukur mendahului pembicaraan dan mengatakan kepada pelanggannya.

Tukang cukur : mas, saya enggak percaya jika Tuhan itu benar-benar ada
Pelanggan : Kenapa begitu mas?
Tukang cukur : coba sekarang mas perhatikan baik-baik di ujung jalan sana, katakan alasan nya jika Tuhan itu ada, kenapa masih ada saja orang yang sakit, banyak anak-anak terlantar seperti di ujung jalan itu, dan mengapa masih banyak orang yang hidup susah?. Seharusnya apabila Tuhan ada, mestinya semua itu tidak akan pernah ada.

Tamsil-dari-si-tukang-cukur-3670.jpg


#Cerita kisah Tentang Tamsil si tukang cukur dan pelanggannya.
Pelanggan menarik nafasnya sejenak dan berfikir, bagaimana cara menjelaskan semuanya terhadap tukang cukur tersebut. Pelanggan ingin menjelaskan secara logika, namun ia membutuhkan jawaban yang benar-benar tepat dan pas. Setelah beberapa saat pelanggan beranjak pergi secara kebetulan dia melihat seseorang dijalan depan tukang cukur, rambutnya panjang, kotor, semrawut. Ini dia rupanya, bahan untuk menjelaskan kepada si tukang cukur bahwa Tuhan itu benar-benar ada, dalam hati si pelanggan tersebut.
Berselang kemudian pelanggan balik lagi ketukang cukur dan mengatakan “mas, apa tidak melihat dompet saya” kalimat ini hanya alasan belaka. Tukang cukur menjawab “ enggak ada mas” jawab tukang cukur. Pelanggan, owh..ya udah, lalu ia duduk dikursi tunggu dan berkata terhadap tukang cukur.

Tayangan video dibawah ini merupakan salah satu gambaran, bahwa sejatinya Allah akan selalu ada buat kita jika kita selalu ada buat-Nya. Dia dekat Akupun dekat, dia jauh Akupun jauh. Simak tayangan video inspirasi ini, agar kita senantiasa bisa lebih mendekatkan diri kepada-Nya.

video
Pelanggan : mas?, tau enggak sebenarnya didunia ini tidak ada tukang cukur
Tukang cukur : mas ini aneh, bukannya barusan rambut mas saya cukur?, ko mas bisa bilang begitu? lah saya ini kan tukang cukur mas?, dan belum lama saya cukur rambut mas.
Pelanggan : tidak mas, jika benar tukang cukur ada maka tidak akan pernah ada orang yang berambut gondrong seperti orang didepan jalan sana, kotor semrawut lagi. Ucap si pelanggan sambil menunjuk orang di ujung jalan persis depan kios tukang cukur.

Tukang cukur : itu salah sendiri mas, kenapa dia tidak mau datang ketempat saya untuk mencukur rambutnya.

Setuju sekali, ujar si pelanggan mendukung ucapan yang keluar dari tukang cukur itu, dan pelanggan itu menambahkan lagi beberapa patah kata .
Pelanggan : “ itu salah satu point pertamanya mas, bahwa Tuhan itu ada.
Tukang cukur : maksud mas itu gimana?, tukang cukur masih kurang memahami apa makna dan arti yang diucapkan si pelanggan itu.
Pelanggan : masih banyak orang-orang yang terlantar, gelisah, resah dikarenakan mereka tidak pernah mau datang kepada Tuhan. Sama halnya seperti orang yang gondrong, dia tidak mau datang ke tempatmu!
Tukang cukur : tidak bisa berkata apa-apa, dalam hatinya ia berkata “betul juga yang diucapkan pelanggan itu”

Sumber : http://shalatsempurna.com/artikel_baru.php
Demikian sedikit artikel mengenai perumpamaan Tamsil dari si tukang cukur ini, mudah-mudahan bisa bermanfaat sekaligus menginspirasi sobat semua.